4 Perbedaan Pantun dan Syair yang Harus Kamu Tahu

Pantun dan syair sama-sama merupakan karya sastra berbentuk puisi lama yang ada di Indonesia. Sepintas, kedua bentuk puisi ini terlihat sangat mirip. Misalnya seperti satu bait terdiri dari empat baris dan setiap barisnya berisi 8 sampai 12 suku kata.

perbedaan-pantun-dan-syair.jpg

Meskipun begitu, pantun dan syair pada hakikatnya berbeda. Apa saja yang membedakan keduanya?

Asal Pengaruh

Pantun adalah salah satu kebudayaan asli suku Melayu. Tak heran, semua negara yang didiami oleh masyarakat Melayu juga memiliki pantun versinya sendiri. Di Indonesia, umumnya pantun sudah mendapatkan pengaruh dari budaya lokal sehingga lumrah jika kemudian pantun ada yang berbahasa jawa maupun betawi. Sementara itu, syair merupakan karya sastra yang berasal dari jazirah Arab. Para pedagang asal Arab ini kemudian berdagang di Indonesia dan membawa seni ini sembari menyebarkan ajaran agama Islam.

Sajak Tiap Baris

Sajak adalah persamaan bunyi vokal akhir pada setiap baris puisi. Pada pantun, sajak yang digunakan berpola A B A B. Jadi bunyi vokal akhir baris pertama sama dengan baris ketiga, begitupun dengan bunyi vokal akhir baris kedua sama dengan baris keempat. Sedangkan sajak pada syair berpola A A A A. Ini berarti bunyi vokal akhir pada setiap baris syair selalu sama.

Fungsi Baris

Yang dimaksud fungsi baris adalah kegunaan dipakainya baris tersebut pada setiap karya sastra. Untuk pantun, kita mengenal baris pertama dan kedua sebagai sampiran atau pelengkap, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi yang mengandung maksud dari karya pantun tersebut. Sementara itu, kegunaan baris pada puisi berbentuk syair seluruhnya berfungsi sebagai isi. Jadi, ada keterikatan yang saling terhubung antar setiap baris.

Kandungan Makna

Pantun bisa digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk memberi nasihat, menyindiri, melucu, dan bersenda gurau. Bahkan di kalangan muda-mudi saat ini, pantun kerapkali digunakan untuk merayu lawan jenisnya. Sedangkan kandungan makna yang ada di syair berisi tentang nasihat hidup di dunia dan akhirat.

Di bawah ini contoh-contoh karya sastra berbentuk pantun dan syair :

- Contoh Pantun

Kalau ada sumur di ladang
Bolehlah kita menumpang mandi
Kalau ada umur panjang
Bolehlah kita berjumpa lagi

- Contoh Syair

Wahai muda kenali dirimu
Ialah perahu tamsil tubuhmu
Tiada berapa lama hidupmu
Ke akhirat jua kekal diammu