6 Perbedaan Haji dan Umrah yang Harus Diketahui

Istilah haji dan umrah masih terbilang ambigu bagi masyarakat Indonesia. Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa antara haji dan umrah adalah dua bentuk ibadah yang sama. Sehingga, banyak yang mengklaim jika seseorang pernah melaksanakan umrah maka secara otomatis dia telah berhaji.

perbedaan-haji-dan-umrah.jpg

Memang benar, baik ibadah haji maupun umrah sama-sama dilakukan di wilayah negara Arab Saudi dengan berpusat di Mekah. Akan tetapi, setidaknya ada 5 perbedaan mencolok antara umrah dan haji, antara lain :

1. Waktu Ibadah

Haji merupakan ibadah yang terikat waktu dan tidak bisa dikerjakan di sembarang kesempatan. Ibadah ini dilaksanakan pada bulan Dzulhijah dengan puncaknya pada tanggal 9 Dzulhijah yaitu wukuf di Padang Arafah. Sementara itu, ibadah umrah bisa dilakukan kapanpun tanpa mengenal keterikatan waktu, baik pada bulan Dzulhijah maupun bulan-bulan lainnya.

2. Rangkaian Ibadah

Perlu diketahui bahwa rangkaian ibadah haji jauh lebih kompleks dibandingan dengan umrah. Di dalam haji, para jamaah akan melakukan niat, thawaf, sa'i, tahallul, serta wukuf di Arafah, melempar jumrah, dan mabit di Muzdalifah dan Mina. Sedangkan, kegiatan pada ibadah umrah lebih sederhana meliputi niat, thawaf, sa'i, dan tahallul saja.

3. Lokasi Ibadah

Baik haji maupun umrah, kedua ibadah ini harus dilakukan di Negeri Arab Saudi bukan di Indonesia. Hanya saja perbedaan rangkaian prosedurnya membuat lokasi kedua ibadah ini juga agak berbeda. Pada umrah, semua bentuk ibadahnya bisa dikerjakan di lingkungan kota Mekah. Sementara pada pelaksanaan ibadah haji, khusus untuk wukuf, mabit, dan melempar jumrah dilakukan di luar Kota Mekah, yaitu di Padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

4. Hukum Ibadah

Seperti kita ketahui, hukum ibadah haji adalah fardhu 'ain bagi mereka yang mampu. Sementara pada umrah, ada selisih paham antara para ulama mengenai hukum ibadah ini. Sebagian ulama menyebutnya sebagai ibadah sunnah dan sebagian lagi mengatakan hukum umrah adalah wajib, minimal sekali seumur hidup.

5. Durasi Ibadah

Perbedaan kelima dari haji dan umrah adalah lamanya pelaksanaan kedua ibadah ini alias durasi waktunya. Secara teknis, ibadah umrah bisa dikerjakan dalam tempo 2 hingga 3 jam karena keseluruhan rangkaian ibadah yang terbilang sederhana itu dilakukan di dalam Masjidil Haram. Sebaliknya, waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan semua kegiatan pada ibadah haji paling cepat adalah 4 hari yaitu pada tanggal 9, 10, 11, dan 12 Dzulhijah. Adapula yang mengerjakan ibadah haji selama 5 hari, terutama bagi mereka yang mengambil nafar tsani.

6. Tenaga

Faktor kebutuhan tenaga para jamaah juga tidak boleh diabaikan saat membahas tentang haji dan umrah. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, karena rangkaian ibadahnya lebih sederhana, maka ibadah umrah tidak terlalu menguras tenaga. Sebaliknya, ibadah haji memerlukan persiapan fisik dan mental yang sangat matang, baik untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji, melindungi diri dari virus dan penyakit, maupun memudahkan para jamaah dalam beradaptasi dengan lingkungan yang benar-benar baru dan berbeda drastis.