Apa Bedanya Daging Sapi dan Daging Babi?

Sejatinya, perbedaan antara daging sapi dan babi terbilang banyak. Hanya saja butuh ketelitian yang tinggi untuk menyadari perbedaan yang nampak tersebut secara jelas. Apalagi untuk orang awam yang jarang bersentuhan dengan daging, maka semua daging akan dianggapnya terlihat sama.

perbedaan-daging-sapi-dan-babi.jpg

Daging Sapi

Di bawah ini perbedaan-perbedaan daging sapi dan babi jika dilihat dari tekstur, warna, serat, lemak, dan aromanya.

Tekstur

Tekstur daging sapi dan babi memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Saat dipegang, tekstur daging sapi terasa lebih padat, solid, keras dan kaku. Sementara daging babi mempunyai tekstur yang kenyal, lembek, dan mudah diregangkan.

Warna

Jika dilihat dari warnanya, daging babi berwarna lebih pucat dari daging sapi. Warna daging babi ini tampak mirip sekali dengan warna daging ayam. Hanya saja, banyak oknum yang sudah menyadari hal ini sehingga sering melumuri daging babi dengan darah sapi agar terlihat lebih segar.

Serat

Daging sapi dan babi juga memiliki bentuk serat yang berbeda, terutama saat kedua daging tersebut diregangkan bersama-sama. Serat daging sapi berbentuk padat sehingga tetap terlihat jelas. Sedangkan daging babi berserat lembut dan tampak samar ketika diregangkan.

Lemak

Daging babi dikenal memiliki lemak yang cukup banyak. Wujud lemak tersebut sangat basah dan sulit dipisahkan dari bagian dagingnya. Sementara lemak pada daging sapi tetap berwujud dan bertekstur kaku. Hanya saja, penampilan lemak pada bagian ginjal babi agak mirip dengan lemak sapi.

Aroma

Sebenarnya aroma daging sapi dan babi sangat berbeda, dan mungkin paling efektif untuk membedakan keduanya. Cuma, butuh waktu yang cukup lama agar indera penciuman anda terbiasa dengan aroma khas dari daging sapi dan babi. Seperti kita tahu, aroma daging sapi tercium anyir dan pekat. Sementara untuk daging babi, aromanya penuh dengan lemak.