Ini Perbedaan yang Benar antara Fiksi dan Non-Fiksi

Apa perbedaan antara fiksi dan non-fiksi? Di dalam ilmu kepenulisan, dikenal istilah tulisan fiksi dan tulisan non-fiksi. Sekilas, kedua bentuk tulisan ini memuat karangan yang hampir sama. Namun jika diperhatikan isinya dengan lebih cermat, tampak keduanya saling bertolak-belakang.

Kira-kira, apa ya bedanya artikel fiksi dan artikel non-fiksi?

perbedaan-fiksi-dan-non-fiksi.jpg

Novel

Pengertian

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata fiksi berarti rekaan, khayalan, dan tidak berdasarkan kisah nyata. Jadi, tulisan fiksi adalah tulisan yang dibuat berdasarkan imajinasi si penulisnya dan bersifat rekaan. Walaupun beberapa tulisan fiksi terkadang mengangkat kisah nyata, tetapi secara keseluruhan tulisan tersebut sudah diberikan tambahan tertentu untuk memperindah jalan cerita sehingga sifat faktualnya hilang. Contoh karya sastra fiksi antara lain novel, cerpen, cerbung, sinetron, film, dan drama.

Kebalikan dari fiksi, arti non-fiksi adalah bukan rekaan, bukan khayalan, dan berdasarkan kejadian nyata. Ini berarti, artikel non-fiksi adalah artikel yang bersifat faktual, ditulis berdasarkan kenyataan, dan bukan merupakan imajinasi si penulisnya. Tidak jarang, artikel non-fiksi ditulis dengan memanfaatkan diksi yang indah, sehingga seolah-olah isi artikel tersebut tampak seperti tidak benar-benar terjadi. Contoh karya sastra non-fiksi adalah artikel, berita, skripsi, tesis, karangan ilmiah, diary, opini, laporan, dan resensi buku.

Perbedaan

Banyak orang yang salah kaprah dalam membedakan antara fiksi dan non-fiksi. Beberapa menyebut jika perbedaan keduanya terletak pada gaya bahasa yang digunakan, di mana tulisan fiksi memakai bahasa informal dan tulisan non-fiksi selalu menggunakan bahasa resmi. Padahal faktanya tidak demikian, gaya bahasa formal dan informal sama-sama bisa diterapkan di sembarang artikel.

Lantas apa perbedaanya? Tidak lain adalah sifat dari isi tulisan yang termuat di dalam artikel tersebut. Jika suatu artikel bersifat nyata, baik fakta dan opini, maka bisa disebut sebagai artikel non-fiksi. Sedangkan, apabila suatu artikel bersifat khayalan dan penuh imajinasi, maka artikel tersebut dinamakan artikel fiksi.