Persamaan dan Perbedaan antara Generator AC dan Generator DC

Apa persamaan dan perbedaan antara generator AC dan DC? Generator adalah alat yang berfungsi untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Pada prinsipnya, generator dapat dibuat dengan memanfaatkan energi mekanik yang timbul dari perputaran dinamo untuk menimbulkan energi listrik dengan besaran tertentu. Komponen rotor (rotating motor) berupa roda yang dikelilingi magnet di bagian tepinya dipasang di bagian tengah alat ini sebagai penggerak. Sedangkan sebagai pemicu daya agar generator bisa bekerja, selanjutnya komponen rotor ini dialiri arus listrik DC dari sebuah dinamo kecil penguat yang terpasang di bagian poros generator. Kemudian, rotor yang terpasang di area statis akan bergerak karena timbulnya gaya magnet. Hasilnya, energi listrik pun tercipta.

perbedaan-dan-persamaan-generator.jpg

Generator

Berdasarkan jenis arus listrik yang dihasilkan, generator dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu generator AC dan DC. Generator AC adalah generator yang dapat menghasilkan energi listrik bolak-balik dan biasanya diterapkan pada sambungan listrik PLN. Sedangkan, generator DC adalah generator yang dapat menghasilkan energi listrik berjenis searah dan biasanya diterapkan di perangkat elektronik rumah tangga.

Di bawah ini persamaan antara generator AC dan generator DC secara lengkap :

  1. Generator AC dan DC sama-sama dapat mengalirkan elektron dari satu titik ke titik lainnya sehingga menimbulkan suatu energi listrik.
  2. Kedua jenis generator ini juga sama-sama bisa menghasilkan arus listrik.
  3. Baik generator AC maupun DC, sama-sama menggunakan rotor yang diletakkan di bagian stator.
  4. Prinsip kerja kedua jenis generator ini sama-sama mengandalkan induksi elektromagnetik.

Sementara itu, perbedaan antara generator AC dan DC antara lain :

  1. Generator AC mempunyai rotor berupa magnet dan stator berupa kabel. Sedangkan generator DC memiliki rotor berupa kumparan dan stator berupa magnet.
  2. Generator AC menghasilkan energi listrik bolak-balik dan generator DC menghasilkan energi listrik yang searah.
  3. Generator AC umumnya diterapkan pada pusat pembangkit listrik, berbeda dengan generator DC yang banyak diaplikasikan untuk perangkat elektronik rumah tangga.
  4. Arus listrik yang dihasilkan oleh generator AC relatif lebih besar jika dibandingkan dengan generator DC.
  5. Energi listrik yang diciptakan oleh generator AC disebabkan oleh perputaran gaya magnet di sepanjang kabel. Sebaliknya, energi listrik pada generator DC disebabkan oleh menetapnya gaya magnet di sepanjang kabel.
  6. Di Indonesia, frekuensi arus listrik yang ditimbulkan oleh generator AC berkisar antara 50 - 60 hertz. Tetapi, frekuensi arus listrik pada generator DC adalah 0 karena bentuk arusnya lurus tanpa amplitudo.
  7. Besar energi listrik yang dikeluarkan oleh generator AC selalu mengalami perubahan. Sedangkan generator DC mengeluarkan energi listrik dengan besar yang konstan.
  8. Pada generator AC, elektron-elektron bergerak ke depan dan ke belakang. Sementara pada generator DC, semua elektron bergerak ke depan.