Perbedaan Rem Cakram dan Rem Tromol pada Sepeda Motor

Apa perbedaan prinsip kerja antara rem cakram dan rem tromol pada sepeda motor? Pada kendaraan bermotor, rem berfungsi untuk melambatkan laju kendaraan dan menghentikannya saat diperlukan. Oleh sebab itu, rem merupakan piranti keamanan yang sangat vital dan penting.

Di pasaran, terdapat dua macam tipe rem sepeda motor yaitu rem cakram dan rem tromol. Karena disusun oleh komponen-komponen yang berbeda, sudah pasti kelebihan dan kekurangan kedua rem ini juga berbeda. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas perbedaan dari prinsip kerja rem cakram dan rem tromol.

Rem Cakram

rem-cakram.jpg

Rem Cakram

Secara keseluruhan, rem cakram mengadopsi sistem pengereman yang lebih canggih ketimbang rem tromol. Prinsip kerja rem ini adalah saat kita menekan tuas rem maka piston akan mendorong kampas rem untuk mencengkeram cakram melalui kaliper. Karena hasilnya lebih baik, rem ini sangat ideal diterapkan pada sepeda motor yang memiliki CC besar.

Apabila dibandingkan dengan rem tromol, rem cakram mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri. Di antaranya rem ini tahan terhadap genangan air dan efektif dipakai di berbagai kondisi lingkungan. Selain itu, rem cakram juga dilengkapi ventilasi dengan sistem rem yang memiliki pendingin di luar.

Rem Tromol

rem-tromol.jpg

Rem Tromol

Rem tromol adalah sistem pengereman yang pertamakali diciptakan dan banyak digunakan pada sepeda motor lawas. Meskipun begitu, sampai sekarang rem ini masih tetap dipakai dengan modifikasi hidrolik. Hal ini lantaran rem tromol mempunyai kelebihan pada daya kerja remnya yang lebih efisien.

Pada saat kita menekan tuas rem tromol, kampas rem akan menempel pada sepatu rem sedangkan tromol akan ikut berputar mengikuti gerakan kampas rem. Dari gesekan yang terjadi antara kampas rem dan tromol inilah laju kendaraan secara perlahan-lahan akan menurun. Karena memiliki kinerja yang lebih efisien, rem tromol cocok diaplikasikan pada sepeda-sepeda motor yang sering mengangkut beban yang cukup berat.