Pahami Perbedaan antara Sinar Infrared dan Ultraviolet

Apakah perbedaan antara sinar infrared dan ultraviolet? Sinar adalah pancaran terang elektromagnetik. Sinar terbentuk dari gelombang yang bermuatan medan listrik dan magnet yang menyebarkan diri. Sinar yang bisa dilihat oleh mata manusia berada pada frekuensi yang normal seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Sinar yang memiliki frekuensi rendah dinamakan infrared, sedangkan sinar yang berfrekuensi tinggi disebut ultraviolet.

perbedaan-infrared-dan-ultraviolet.jpg

Infrared dan Ultraviolet

Jenis

Tahukah anda, suatu radiasi elektromagnetik mengandung frekuensi dan gelombang. Frekuensi sinar dinyatakan dengan tingkat frekuensi dan gelombang sinar dinyatakan dengan panjang gelombang. Energi yang dihasilkan oleh radiasi foton dapat dirumuskan E = hν, di mana ν adalah frekuensi radiasi elektromagnetik dalam Hertz dan h adalah konstanta Planck. Sementara itu, rumus yang menyatakan hubungan tingkat frekuensi dan panjang gelombang sinar yaitu c = νλ, di mana λ adalah panjang gelombang. Kesimpulannya semakin tinggi tingkat frekuensi suatu sinar, maka semakin pendek pula ukuran gelombang tersebut.

Perbedaan

Perbedaan antara sinar infrared dan sinar ultraviolet terletak pada ukuran tingkat frekuensi dan panjang gelombangnya. Ultraviolet mempunyai tingkat frekuensi yang lebih tinggi daripada sinar infrared, dengan ukuran panjang gelombang yang lebih pendek. Perlu diketahui, suatu sinar bisa terlihat oleh mata manusia jika panjang gelombangnya berada di antara 400 nanometer hingga 750 nanometer. Sedangkan panjang gelombang infrared berkisar antara 10 nanometer sampai 400 nanometer. Tentu untuk panjang gelombang ultraviolet lebih dari 750 nanometer.

Dampak

Dari rumus E = hν juga bisa disimpulkan bahwa ultraviolet memiliki energi yang lebih tinggi ketimbang infrared. Oleh karena itu, ultraviolet dapat mengalirkan lebih banyak energi untuk elektron yang menyerap foton. Bahayanya, ultraviolet mempunyai energi yang cukup kuat untuk merusak ikatan kimia tertentu. Contohnya saat ultraviolet mengenai sel dna, maka sanggup mengakibatkan mutasi sel. Hal inilah yang memicu tumbuhnya kanker kulit di tubuh anda.