Perbedaan Animasi 2D dan 3D yang Jelas

Apa perbedaan antara animasi 2D dan animasi 3D? Animasi adalah acara televisi yang berbentuk rangkaian lukisan atau gambar yang digerakkan secara mekanik elektronis sehingga tampak di layar menjadi bergerak. Animasi bisa diartikan sebagai kumpulan gambar-gambar yang terangkai satu sama lain dan digerakkan secara cepat sehingga seolah-olah terlihat bergerak.

Animasi pertamakali diciptakan dengan gambar hitam putih dan tidak bersuara. Tokoh yang berperan penting dalam dunia animasi adalah Walt Disney yang juga menciptakan animasi berwarna dan bersuara untuk pertamakalinya. Walt Disney juga melahirkan tokoh-tokoh animasi yang fenomenal seperti Micky Mouse, Donald Duck, Pinocio, Snow White, dan sebagainya.

Pada perkembangannya, animasi bisa dibedakan menjadi 2 macam yaitu animasi 2D dan animasi 3D. Pembuatan gambar di animasi 2D menggunakan vektor x dan y. Sedangkan gambar pada animasi 3D dibuat memakai vektor x, y, dan z sehingga seolah-olah mempunyai volume.

Animasi 2D

gambar-animasi-2d.jpg

Dora The Explorer

Animasi 2D atau dua dimensi adalah animasi yang dibuat dengan memanfaatkan dua titik vektor yaitu x dan y. Vektor x digunakan sebagai ukuran panjang objek gambar, sementara vektor dipakai sebagai ukuran lebar objek gambar. Dibutuhkan antara 15-30 gambar yang diputar per 1 detik untuk menghasilkan animasi yang berkualitas bagus. Pemutaran gambar ini biasanya dilakukan dengan software komputer seperti Macromedia Flash. Berkat gambar yang diputar secara cepat, objek di dalamnya seolah-olah menjadi bergerak. Contoh animasi dua dimensi antara lain Crayon Shinchan, Dora The Explorer, Avatar : The Legend of Aang, Naruto, Sponge Bob Square Pants, Hamtaro, One Piece, Inuyasha, P-Man, dan lain-lain.

Animasi 3D

gambar-animasi-3d.jpg

Frozen

Animasi 3D atau tiga dimensi adalah animasi yang dibuat dengan memanfaatkan tiga titik vektor yaitu x, y, dan z. Vektor berfungsi untuk menentukan ukuran panjang objek gambar, vektor y berguna untuk menentukan ukuran lebar objek gambar, dan vektor z dipakai untuk menentukan tinggi objek gambar. Oleh karena itu, objek pada animasi 3D terlihat seakan mempunyai volume dan mirip sekali dengan makhluk hidup. Contoh-contoh animasi 3D yaitu Frozen, Toy Story, Despicable Me, Finding Nemo, Cars, Madagascar, Upin & Ipin, Masha and The Bear, Adit & Sopo Jarwo, Keluarga Pak Somad, Boboiboy, dan lain-lain.