5 Perbedaan antara Keramik dan Granit

Keramik dan granit biasanya digunakan sebagai bahan baku pendirian suatu bangunan. Keduanya dikenal memiliki wujud yang sangat indah, pilihan corak yang beranekaragam, dan tingkat kekuatan yang tidak perlu diragukan lagi. Tidak heran, banyak orang yang kepincut hatinya untuk memanfaatkan keramik atau granit pada tempat tinggalnya. Tapi, tahukah Anda apakah perbedaan antara keramik dan granit itu?

Keramik

perbedaan-keramik-dan-granit.jpg

Secara umum, keramik adalah benda yang terbuat dari tanah liat yang dibakar. Keramik mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat. Selain tanah liat, keramik juga bisa dibuat dari kuarsa, kaolin, clay, dan felspard.

Material keramik dikenal memiliki pilihan ragam yang sangat variatif. Harganya pun tersedia mulai dari yang termurah hingga yang paling mahal. Sayangnya keramik gampang pecah karena mempunyai kekuatan tarik yang kurang, meskipun kekuatan tekannya cukup bagus. Bahan bangunan yang terbuat dari keramik antara lain lantai, genteng, dan aksesoris.

Granit

gambar-granit.jpg

Menurut KBBI, granit adalah batuan keras yang (berwarna) keputih-putihan. Granit merupakan salah satu jenis batu-batuan yang umum dijumpai. Karakteristik dari batuan ini yaitu keras dan kuat serta berukuran besar. Oleh karena itu, granit seringkali dimanfaatkan untuk bahan pembuat bangunan seperti lantai, atap, dinding, dan aksesoris.

Kesimpulan

Pada dasarnya, perbedaan-perbedaan antara keramik dan granit yaitu :

  1. Keramik merupakan bahan bangunan buatan dan granit adalah bahan bangunan alami
  2. Keramik memiliki bahan penyusun yang berbeda-beda, sedangkan komposisi granit di setiap lapisannya sama
  3. Keramik kuat terhadap beban tekan tetapi lemah terhadap beban tarik, sementara granit kuat terhadap beban tekan dan beban tarik sehingga awet
  4. Rata-rata harga keramik di Indonesia lebih murah dibandingkan dengan harga granit
  5. Daya serap air yang dimiliki keramik lebih tinggi daripada granit sehingga rawan lembab dan berjamur