3 Perbedaan Baja Ringan dan Baja Konvensional

Tahukah Anda, baja merupakan logam yang terbuat dari besi (Fe) sebagai unsur utamanya dan karbon (C) sebagai unsur pencampur. Material ini dikenal memiliki kekuatan dan daya tahan yang sangat baik sehingga seringkali digunakan untuk menopang suatu bangunan. Namun sayangnya bobot yang dimiliki oleh baja sangatlah berat. Itu sebabnya diciptakanlah baja jenis baru yang mempunyai bobot lebih ringan yang dinamakan baja ringan.

Baja ringan dibuat dengan proses sedemikian rupa sehingga memungkinkan susunan molekul-molekul di dalamnya lebih rapat dan lebih padat. Jadi dengan kekuatan yang sama, berat baja ini jauh lebih ringan dibandingkan dengan baja konvensional. Hal ini juga sekaligus menandakan kalau dengan bobot yang sama, kekuatan baja ringan akan lebih unggul.

baja-ringan-baja-konvensional.jpg

Di bawah ini perbedaan-perbedaan antara baja ringan dan baja konvensional versi Farof :

Berat

Perbedaan yang mencolok antara baja ringan dan baja konvensional terletak pada beratnya. Sesuai namanya, baja ringan terasa sangat enteng karena berat rata-ratanya jauh lebih sedikit daripada baja biasa. Oleh karena itu, baja ringan paling sering diaplikasikan sebagai rangka bangunan sehingga struktur di bawahnya tidak perlu menopang beban yang terlalu berat. Sedangkan baja konvensional memiliki keunggulan pada bobotnya yang cukup besar sehingga mampu meningkatkan kekuatan gaya yang diteruskannya.

Kekuatan

Derajat kekuatan suatu material bangunan berhubungan tingkat kekokohan yang dimilikinya. Derajat kekuatan tersebut disimbolkan dengan satuan MPa. Baja ringan umumnya mempunyai kekuatan tarik mencapai 550 MPa. Sedangkan kekuatan tarik yang dimiliki baja konvensional hanya sekitar 300 MPa. Ini berarti selisih derajat kekuatan tarik antara baja ringan dan baja konvensional adalah 250 MPa. Terlihat cukup besar kan?

Pembentukan

Suatu material biasanya perlu dibentuk menurut dimensi tertentu agar mudah digunakan sesuai peruntukannya, termasuk perakitan dan konstruksi. Perlu diketahui, baja konvensional dibentuk ketika masih berwujud cair dan temperaturnya sangat panas menggunakan suatu cetakan atau teknik tertentu. Sebaliknya, proses pembentukan baja ringan sesuai modelnya dilakukan setelah suhu material ini sudah berangsur-angsur agak dingin.