7 Perbedaan Kayu Akasia Vs Kayu Jati

Kayu akasia dan kayu jati merupakan dua ragam kayu yang paling banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan mebel dan material bangunan. Alasanya karena kedua kayu ini memiliki kekuatan yang sangat kokoh sehingga awet dan tahan lama. Bagi orang awam mungkin sulit membedakan kayu akasia dan kayu jati secara tepat. Namun jika Anda mau mempelajarinya, Anda pun dapat mengetahui perbedaan-perbedaan keduanya.

kayu-akasia-vs-kayu-jati.jpg

AKASIA

Akasia ialah tanaman polong yang termasuk di dalam keluarga Fabaceae. Akasia memiliki getah dan daun yang mengandung tannin dalam jumlah cukup besar. Kayu akasia berwarna coklat gelap dengan bagian gubal yang tampak keputih-putihan. Pori-pori pada kayu akasia juga berukuran besar yang mengakibatkan tingkat kekerasannya cukup tinggi. Ketika dipotong, kayu akasia bakalan mengeluarkan aroma yang kurang sedap.

JATI

Jati adalah tanaman yang berpostur besar dan mempunyai batang tegak lurus. Daun tumbuhan ini juga berukuran relatif besar yang akan berguguran di musim kemarau. Selama ini, jati dikenal memiliki kayu yang bermutu tinggi. Hal ini karena kayu jati mempunyai tingkat keawetan yang sangat lama dengan tingkat kekerasan yang rendah. Kayu jati bisa dikenali dari permukaannya yang berwarna cerah, pori-porinya kecil, dan tidak beraroma busuk.

Perbedaan Kayu Akasia Vs Kayu Jati

Berdasarkan informasi di atas, maka bisa disimpulkan bahwa perbedaan antara akasia dan jati ditinjau dari karakteristik kayunya antara lain :

  1. Warna kayu akasia lebih gelap dibandingkan dengan kayu jati. Begitupun dengan warna bagian gubal kayu akasia tampak lebih putih daripada kayu jati. Terlebih apabila kayu sudah mengalami proses pengeringan yang cukup panjang.
  2. Dengan ukuran dan tingkat kekeringan yang sama, kayu akasia juga memiliki bobot yang lebih berat ketimbang kayu jati. Sedangkan kayu jati umumnya mempunyai berat rata-rata yang cukup ringan.
  3. Jika diraba, permukaan kayu jati akan terasa halus sedangkan kayu akasia mempunyai permukaan yang kasar. Hal ini dikarenakan pori-pori kayu jati berukuran lebih kecil dibandingkan dengan pori-pori kayu akasia.
  4. Kayu akasia mengeluarkan aroma khas yang kurang sedap, namun kayu jati tidak. Aroma ini akan tercium lebih tajam jika kayu dipotong.
  5. Baik kayu akasia maupun kayu jati tergolong sebagai kayu yang keras. Cuma yang membedakan kayu akasia cenderung lebih keras daripada kayu jati. Hal ini membuat kayu akasia lebih rentan mengalami lengkungan dan patah.
  6. Kayu jati terbukti mempunyai tingkat keawetan yang jauh lebih lama ketimbang kayu akasia. Bahkan daya tahan kayu jati sanggup mencapai ratusan tahun. Tidak heran kayu jati dimasukkan ke kelompok kayu awet I, sementara kayu akasia tergolong kelompok kayu awet III.
  7. Karena kualitasnya yang amat bagus, tidak heran kayu jati dihargai jauh lebih mahal dibandingkan dengan kayu akasia. Bahkan kayu jati pun dapat dijadikan sebagai sebuah investasi karena harganya yang terus mengalami peningkatan.