Perbedaan antara Nyamuk Culex, Anopheles, dan Aedes

Nyamuk culex, anopheles, dan aedes mempunyai ukuran, warna, dan karakteristik yang berbeda-beda. Hal ini sangat dipengaruhi oleh genetika, kondisi lingkungan, serta nutrisi yang didapatkan masing-masing nyamuk. Namun kebanyakan nyamuk yang berjenis kelamin jantan memiliki ukuran yang lebih kecil, juga antenanya dilapisi rambut-rambut kecil yang cukup lebat.

nyamuk-culex-anopheles-aedes.jpg

Di bawah ini perbedaan-perbedaan yang dimiliki antara nyamuk culex, nyamuk anopheles, dan nyamuk aedes versi Farof jika dilihat dari berbagai sudut pandang!

Morfologi

Nyamuk culex mempunyai tubuh berwarna kecokelat-cokelatan, proboscis berwarna gelap dengan sisik yang pucat, scutum berwarna cokelat, dan sisik yang berwarna emas keperakan. Sayap nyamuk culex berwarna gelap, kaki belakangnya dilengkapi femur yang berwarna pucat, serta seluruh permukaan kakinya berwarna gelap kecuali pada bagian persendian.

Sementara itu, nyamuk anopheles mempunyai warna yang beragam mulai dari kehitam-hitaman sampai hitam dengan bercak-bercak putih. Kekhasan dari nyamuk ini yaitu selalu hinggap dalam posisi menukik membentuk sudut. Sedangkan nyamuk aedes memiliki warna hitam kecokelatan bercampur garis-garis putih keperakan di sekujur tubuh dan tungkainya. Pada bagian punggung tubuhnya juga seringkali terdapat garis melengkung vertikal di sisi kiri dan kanannya.

Perilaku

Nyamuk culex dan anopheles sama-sama aktif menghisap darah pada malam hari. Nyamuk-nyamuk ini memiliki dua puncak aktivitas yakni sebelum tengah malam sekitar pukul 10-11 malam dan menjelang pagi hari sekitar pukul 2-3 dini hari. Tetapi kebiasaan ini juga dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban udara.

Di sisi lain, nyamuk aedes umumnya aktif menghisap darah pada pagi hari. Puncak aktivitas nyamuk ini terjadi pada pukul 08.00-12.00 dan 15.00-17.00. Perlu diketahui, nyamuk aedes bersifat anthropophilic artinya lebih menyukai darah manusia dibandingkan dengan darah hewan.

Siklus Hidup

Siklus hidup nyamuk dimulai dari tahap telur, larva, pupa, dan dewasa. Ini berarti nyamuk tergolong serangga yang mengalami metamorfosis secara sempurna. Uniknya, kebiasaan meletakkan telur oleh nyamuk dewasa baik culex, anopheles, maupun aedes ini sama sekali tidak sama.

Nyamuk culex menempatkan telur-telurnya di atas permukaan air secara bergerombolan sehingga menyatu dan bisa terapung. Lain lagi dengan nyamuk anopheles yang suka menaruh telur-telurnya satu per satu di atas air karena sudah dilengkapi dengan semacam pelampung sehingga memungkinkannya tetap terapung. Nyamuk aedes juga memiliki kebiasaan yang berbeda yaitu senang menempelkan telur-telurnya di benda yang mengapung di atas air atau di tepi sekitar batas ketinggian air.

Tempat Perkembangbiakan

Satu lagi faktor yang membedakan antara nyamuk culex, anopheles, dan aedes yakni tempat perkembangbiakannya. Nyamuk culex dapat berkembangbiak di berbagai macam kondisi lingkungan perairan. Berbeda dengan nyamuk aedes yang hanya bisa berkembangbiak di perairan yang cukup bersih dan tidak beralaskan tanah. Sedangkan perkembangbiakan nyamuk anopheles bisa terjadi mulai dari perairan payau, perairan yang mendapat sinar matahari langsung, hingga perairan yang menggenang.