Inilah Perbedaan Hujan Es dan Hujan Salju

Apakah perbedaan antara hujan es dan hujan salju? Ada berbagai macam peristiwa alam yang terjadi di bumi terkait dengan cuaca dan iklim, terutama yang berhubungan dengan air. Di antaranya seperti gerimis, hujan, hujan es, dan hujan salju. Khusus di daerah pegunungan tinggi (polar front), angin, es, dan salju merupakan peristiwa alam yang paling banyak terjadi dan mencapai puncaknya pada musim dingin.

Meskipun di Indonesia sangat mustahil ada hujan salju, namun masih memungkinkan terjadinya hujan es di beberapa tempat yang mendukung. Hal ini dikarenakan terbentuknya salju selalu disebabkan oleh pertemuan antara massa udara panas dan massa udara dingin. Perbedaan utama dari hujan es dan hujan salju terletak pada zat yang jatuh ke permukaan bumi, di mana hujan es menjatuhkan es dan hujan salju menjatuhkan salju. Perlu diketahui, es adalah air beku yang membentuk suatu bangun tak beraturan dan berukuran kecil, sedangkan salju ialah butiran uap air berwarna putih bagaikan kapas yang membeku di udara dan jatuh ke bumi akibat temperatur udara di daerah itu berada di bawah titik beku.

perbedaan-hujan-es-salju.jpg

Nah biar lebih paham dalam mengenali perbedaan antara hujan es dan hujan salju, simak penjelasannya dari Farof di bawah ini!

Hujan Es

Hujan es bisa terjadi apabila puncak awan mempunyai suhu yang dingin sekali. Di area yang besuhu minus 0 derajat celcius ini, butiran air akan mengalami perubahan wujud akibat membeku sehingga menjadi butiran es di langit. Proses pembentukan butiran es ini melalui serangkaian tahapan yang panjang sehingga membuat strukturnya tampak berlapis-lapis. Ukuran es tersebut berkisar antara 2 mm sampai 20 cm tergantung dari waktu lamanya es tersimpan di dalam atmosfer yang dingin sebelum jatuh ke permukaan bumi.

Hujan Salju

Pada saat suhu udara berada di bawah suhu awan dan suhu bumi berada di bawah 4 derajat celcius terciptalah salju yang mengakibatkan hujan salju. Jika kedua persyaratan tersebut tidak terpenuhi atau hanya salah satu syarat saja yang ada, maka potensi terjadinya hujan salju adalah nol. Hal ini dikarenakan salju yang terkumpul di awan seketika akan langsung mencair ketika jatuh ke permukaan bumi jika suhu rata-rata atmosfernya terletak di atas 4 derajat celcius. Begitupun bila suhu udara berada di atas suhu awan maka mustahil terbentuk titik-titik salju di awan.