4 Perbedaan Ikan Sidat dengan Belut

Apakah perbedaan ikan sidar dengan belut? Indonesia mempunyai kekayaan hayati yang begitu melimpah. Salah satunya ada pada sektor perikanan. Tidak hanya seribu atau puluhan ribu, jenis ikan yang mendiami lingkungan perairan di Nusantara mencapai jutaan spesies. Dua di antaranya ordo ikan yang sedang banyak dibudidayakan adalah ikan sidat dan belut.

Ikan sidat masuk dalam ordo Anguiliformes yang mempunyai postur tubuh menyerupai ular. Kebanyakan ikan sidat hidup di laut, meskipun ada pula sebagian yang tinggal di lingkungan perairan tawar. Sedangkan belut merupakan ikan anggota suku Synbranchidae di dalam ordo Synbranchiiformes. Belut biasanya tinggal di lingkungan rawa-rawa dan sawah.

Banyak orang salah kaprah karena mengira ikan sidat adalah belut yang berukuran besar. Padahal kedua jenis ikan ini saling berbeda satu sama lain. Apa saja ya perbedaan-perbedaan yang dimiliki antara ikan sidat dengan belut?

perbedaan-ikan-sidat-belut.jpg

Perbedaan I : Bentuk Tubuh

Bentuk tubuh ikan sidat tidak sama dengan belut. Ikan sidat mempunyai postur yang cenderung membulat dengan ekor yang berbentuk papak. Sementara itu, tubuh postur belut lebih memipih dan ekornya pun agak meruncing. Pada bagian kepalanya, ikan sidat memiliki mulut yang papak, dilengkapi kumis pendek berwarna kuning, dan ada sirip yang terletak di bawah kepala. Berbeda halnya dengan kepala belut yang bentuknya cenderung meruncing ke depan serta tidak dilengkapi dengan kumis maupun sirip kepala.

Perbedaan 2 : Struktur Tulang

Struktur tulang ikan sidat tidak berbeda jauh dengan ikan-ikan kebanyakan, yakni memiliki susunan yang rapi dan teratur. Bentuknya pun sebaris dengan arah hadap ke atas dan bawah. Hal ini berbeda jauh dengan struktur tulang pada belut yang cenderung rumit dan unik. Susunan tulang belut bahkan sangat rumit karena membentuk tanda plus sehingga membuatnya susah diolah menjadi fillet.

Perbedaan 3 : Habitat Alami

Ikan sidat mayoritas tinggal di perairan asin, walaupun ada juga beberapa spesies yang dapat bertahan hidup di perairan tawar. Lingkungan yang disukai oleh ikan ini adalah air yang jernih, bersih, dan tidak mengandung lumpur. Air tersebut juga banyak menyimpan oksigen terlarut serta memiliki suhu antara 25-30 derajat celsius. Berbanding terbalik dengan belut yang justru sangat menyukai tinggal di perairan yang berlumpur. Bahkan belut bisa bertahan hidup di lingkungan yang minim air sebab ikan ini mampu menyerap oksigen langsung dari udara melalui kulitnya.

Perbedaan 4 : Perilaku Pemijahan

Perilaku yang ditampilkan oleh ikan sidat dan belut pada saat akan melakukan pemijahan terlihat berbeda sekali. Ikan sidat akan bermigrasi dari perairan tawar ke laut ketika hendak berkembang biak. Setelah selesai, ikan ini akan kembali ke sungai dan tetap meninggalkan telur-telurnya di laut. Ketika telur sudah menetas, anakan ikan-ikan sidat ini juga akan bergerak ke lingkungan perairan tawar untuk hidup dan tumbuh besar di sana. Hal ini berbeda jauh dengan perilaku yang dimiliki oleh belut, di mana seluruh proses kehidupannya berlangsung di perairan tawar yang banyak mengandung lumpur.