Perbedaan antara Fixed Wing dan Rotary Wing

Apakah perbedaan antara fixed wing dan rotary wing? Saat ini, pesawat sudah dirancang dan didesain dengan berbagai macam ukuran, bentuk, dan konfigurasi sayap. Di antara beragam model pesawat tersebut, terdapat dua model yang paling populer yaitu fixed wing dan rotary wing. Perbedaan antara keduanya akan kami jelaskan secara lengkap di bawah ini.

perbedaan-fixed-rotary-wing.jpg

Pesawat Tipe Fixed Wing

Mayoritas orang yang mendengar kata pesawat pasti gambaran yang terbayang di benaknya adalah pesawat jenis fixed wing. Pesawat tipe fixed wing mengandalkan sayap yang menetap untuk mengangkat body-nya agar bisa terbang ke angkasa. Biasanya sayap ini dibuat dalam bentuk airfoil yang telah dirancang sedemikian rupa untuk menyediakan daya angkat yang dibutuhkan, terutama ketika pesawat ini mencapai laju kecepatan tertentu. Pesawat tipe fixed wing bisa melayang di udara karena terus bergerak dengan sumber tenaga yang dihasilkan dari dorongan baling-baling atau pun mesin jet.

Pesawat Tipe Rotary Wing

Pesawat tipe rotary wing menggunakan metode yang berbeda untuk melakukan penerbangan. Salah satu contoh pesawat tipe ini yang paling terkenal yakni helikopter. Beberapa contoh pesawat tipe rotary wing lainnya antara lain cyclocopter, autogyros, dan gyrodynes. Pesawat ini bisa terbang ke angkasa karena diangkat oleh sayap yang terus berputar-putar, atau umumnya disebut baling-baling.

Dalam setiap menit, baling-baling ini bisa berputar hingga ribuan kali untuk menghasilkan daya angkat ke atas. Bentuk dari baling-baling ini ada yang dirancang dengan desain airfoil, namun ada pula yang memiliki kemiringan tertentu. Rangkaian baling-baling dan tiang pusatnya dinamakan rotor. Setiap pesawat rotary wing mempunyai rotor dengan jumlah yang berbeda-beda. Dalam beberapa kasus, pesawat ini juga dilengkapi dengan mesin tambahan yang berguna untuk membantu fleksibilitas dan meningkatkan kecepatan gerakan pesawat, baik saat ke atas maupun ke samping.

Perbedaan

Jadi perbedaan utama antara pesawat fixed wing dengan pesawat rotary wing terletak pada bagian sayapnya. Sayap pada pesawat fixed wing tetap diam di tempat dan sama sekali tidak bergerak. Pesawat ini bisa terbang lantaran mendapatkan tenaga dorongan yang dihasilkan oleh mesin jet. Gerakan pesawat fixed wing memungkinkan aliran angin bergerak di bawah sayap sehingga menghasilkan daya angkat ke atas.

Berbeda halnya dengan pesawat tipe rotary wing. Pesawat ini mempunyai sayap yang terus berputar-putar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Perputaran baling-baling tersebut lantas menghasilkan daya angkat ke atas. Jadi kinerja baling-baling yang terpasang di atas body pesawat inilah yang memungkinkan pesawat tersebut mampu terbang mengangkasa.