Delapan Perbedaan Kepiting dan Rajungan

Apakah perbedaan antara kepiting dan rajungan? Pada dasarnya, kepiting mempunyai morfologi/karakteristik fisik yang tidak sama dengan rajungan. Habitat kedua binatang bercangkang keras ini juga berbeda. Kalau kepiting bisa hidup di lingkungan darat dan air, sedangkan rajungan hanya mampu bertahan hidup di dalam perairan.

Rajungan (Portunus pelagicus) juga memiliki bentuk tubuh yang cenderung lebih ramping. Capit rajungan berukuran lebih panjang dan berwarna-warni. Jika diamati secara detail, duri akhir pada kedua sisi karapasnya memiliki bentuk yang lebih runcing dan ukurannya pun lebih panjang daripada punya kepiting. Bagi orang awam, Anda bisa membedakan kepiting dan rajungan ini hanya melalui warna karapas dan jumlah durinya.

perbedaan-kepiting-dan-rajungan.jpg

Kepiting

Kepiting adalah binatang krustasea yang mempunyai kaki sepuluh dan perutnya bersembunyi di balik dada. Seluruh tubuh kepiting diselingkupi oleh cangkang keras yang berbahan kitin. Kepiting juga memiliki capit sebagai senjata utamanya untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Habitat kepiting terletak di hampir seluruh belahan bumi meliputi darat, air tawar, air payau, dan air laut. Di Indonesia, kepiting juga biasa disebut sebagai ketam atau katam.

Rajungan

Rajungan adalah nama sekelompok kepiting yang berasal dari keluarga Portunidae. Ciri khas rajungan ialah mampu berenang di dalam air dan habitatnya terletak di dalam laut. Jenis-jenis rajungan terdiri atas empat spesies antara lain Portunidae pelagicus, Portunidae segnis, Portunidae reticulatus, dan Portunidae armatus.

Perbedaan

Di bawah ini perbedaan-perbedaan antara kepiting dengan rajungan yang patut Anda ketahui!

  1. Habitat : Habitat utama kepiting berada di air laut dengan kedalaman yang dangkal, bahkan banyak pula kepiting yang tinggal di tepi pantai. Sedangkan rajungan mempunyai habitat di air laut yang cukup dalam.
  2. Darat : Jika diletakkan di lingkungan daratan, kepiting mampu bertahan hidup lebih lama ketimbang rajungan.
  3. Capit : Kepiting mempunyai capit yang berbentuk membulat dan ukurannya pun besar. Sementara itu, rajungan memiliki capit yang bentuknya cenderung memipih serta berukuran lebih panjang.
  4. Kerangka : Rata-rata kerangka luar yang dimiliki oleh kepiting berukuran lebih tebal dan lebih keras dibandingkan dengan kerangka luar pada rajungan.
  5. Daging : Kepiting juga mempunyai daging yang lebih tebal daripada rajungan.
  6. Rasa : Kepiting mempunyai rasa yang lebih manis. Berbeda dengan rajungan yang citarasanya agak sengir.
  7. Harga : Sudah menjadi rahasia umum kalau harga kepiting di pasaran lebih mahal dibandingkan dengan rajungan. Namun hal ini juga tergantung dengan kondisi, pasokan, dan ukuran keduanya.
  8. Hukum : Bagi umat muslim, rajungan adalah bahan makanan yang benar-benar halal untuk dimakan. Sedangkan hukum kepiting sebagai bahan makanan masih diragukan karena belum pasti.