7 Perbedaan Cat Akrilik dan Cat Minyak

Untuk Anda yang mempunyai hobi melukis ataupun menggambar, tentunya Anda sudah akrab sekali dengan yang namanya cat. Cat ialah suatu benda cair yang kental dan memiliki berbagai macam warna. Cat pada dasarnya dipakai untuk mewarnai permukaan suatu benda seperti kertas, kanvas, dan dinding. Dengan adanya warna-warni tersebut, tampilan suatu benda pun menjadi lebih menarik.

Berdasarkan bahan pembuatnya, cat dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Dua di antaranya yang cukup terkenal yaitu cat akrilik dan cat minyak. Cat akrilik adalah cat yang dibikin dari bahan plastik yang mengandung polyethylene. Cat ini biasanya diencerkan memakai air. Sedangkan cat minyak merupakan cat untuk melukis yang diencerkan menggunakan minyak.

cat-akrilik-cat-minyak.jpg

Mau tahu apa bedanya cat akrilik dan cat minyak?

Cat Akrilik

Seperti yang sudah kami sebutkan di atas, bahan dasar penyusun cat akrilik yaitu plastik yang mengandung polyethylene. Cat ini biasanya diaplikasikan pada media kertas, kanvas, kain, dan kayu. Dalam penggunaannya, cat ini harus diencerkan terlebih dahulu menggunakan air secukupnya. Karakteristik utama cat akrilik ialah cepat kering. Jadi cat ini sangat cocok dipakai untuk menambah ketebalan suatu tekstur.

Namun karena sifatnya yang gampang mengering itulah membuat cat ini kurang bagus diterapkan untuk membuat lukisan bertema naturalis. Seperti kita tahu, proses pembuatan lukisan bertema naturalis membutuhkan teknik sapuan yang mengandalkan transparansi gambar. Butuh kemampuan yang tinggi untuk bisa mengaplikasikan kuas dengan teknik tebal dan tipis sapuan. Warna cat akrilik juga mudah memudar terutama bila terkena sinar matahari terus-menerus.

Cat Minyak

Cat minyak dibentuk oleh partikel-partikel pigmen warna yang disuspensi menggunakan bahan minyak. Itu sebabnya, bahan pengencernya pun terbuat dari minyak. Cat ini sangat disukai oleh para pelukis karena mempunyai warna yang tajam. Hal ini dapat memudahkan seniman untuk menciptakan panorama yang jelas dan membentuk suatu kesan tekstur yang timbul.

Kelebihan lainnya dari cat minyak adalah daya tahannya yang sangat baik. Meskipun begitu cat ini membutuhkan waktu yang lama untuk bisa mengering. Cat ini juga mempunyai bau yang menyengat sehingga kerap menimbulkan sakit kepala, khususnya mereka yang baru mengenal cat minyak. Cat ini cocok sekali diaplikasikan pada permukaan kanvas.

Perbedaan

Di bawah ini perbedaan-perbedaan antara cat akrilik dan cat minyak :

  1. Cat akrilik terbuat dari plastik berbasis polyethylene yang akan mengeras ketika sudah mengering. Sedangkan bahan baku pembuatan pigmen-pigmen warna pada cat minyak adalah minyak.
  2. Cat akrilik dapat diencerkan menggunakan air. Berbeda dengan cairan pengencer cat minyak yang juga berbahan dasar minyak.
  3. Berbanding terbalik dengan cat akrilik yang cepat kering, cat minyak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa mengering.
  4. Warna cat minyak lebih tajam daripada cat akrilik.
  5. Daya tahan cat minyak pun lebih awet ketimbang cat akrilik.
  6. Cat akrilik hampir tidak berbau. Tetapi cat minyak mempunyai bau yang sangat tajam.
  7. Cat minyak cocok untuk membuat tekstur dan cat akrilik dapat dipakai untuk menebalkan tekstur tersebut.