Yuk, Cari Tahu Beda Kopi Arabika dan Robusta!

Apakah Anda ingin mengetahui perbedaan antara kopi arabika dan robusta? Tanaman kopi yang dibudidayakan di seluruh dunia terdiri atas berbagai jenis dan varietas. Masing-masing dari ragam tanaman tersebut mampu menghasilkan biji dengan kualitas yang berbeda-beda. Itulah kenapa, dalam menanam tanaman kopi, kita harus mengetahui dengan pasti jenis kopi yang dipelihara.

Dua jenis kopi yang banyak ditanam oleh para petani di Indonesia adalah kopi arabika dan kopi robusta. Bagi orang awam, kedua tanaman kopi ini terlihat memiliki postur, daun, bunga, buah, dan biji yang sama. Padahal jika diperhatikan dengan seksama, ada karakteristik yang khas yang hanya dimiliki oleh tanaman kopi tersebut. Mau tahu apa sajakah ciri-ciri yang dimaksud?

kopi-arabika-dan-robusta.jpg

Kopi Arabika

Kopi arabika (Coffea arabica) adalah tanaman kopi yang disinyalir berasal dari Brasil dan Etiopia. Tanaman ini akan tumbuh sempurna bila dibudidayakan di lahan yang berada di ketinggian 700-1700 m dpl, memiliki suhu sekitar 16-20 derajat celsius, dan mempunyai iklim kering selama 3 bulan berturut-turut. Jika ditanam di daerah yang ketinggiannya kurang dari 700 m dpl, tanaman ini mudah terserang penyakit karat daun (Hemileia vastatrix).

Tanaman kopi arabika terdiri atas beragam varietas yang dibedakan menurut lokasi penanamannya. Contohnya antara lain kopi mandailing, kopi toraja, dan lain-lain. Pohon kopi arabika membutuhkan bentuk perawatan yang rumit. Bahkan proses pertumbuhan bunga menjadi buah kopi memerlukan waktu hingga mencapai 9 bulan. Suhu udara yang rendah mampu merangsang tanaman ini untuk segera menghasilkan buah.

Kopi arabika mempunyai cita rasa yang bervariasi, mulai dari manis dan lembut sampai dengan kuat/tajam. Biji kopi yang segar akan berbau seperti blueberry, namun ketika sudah disangrai aromanya berubah menyerupai buah-buahan dan manis seperti campuran buah dan bunga. Minuman kopi arabika terasa asam dengan bodi yang kental saat dihirup mulut. Rasa kopinya juga cenderung mild dan lebih pahit.

Kopi Robusta

Kopi robusta adalah tanaman kopi yang dihasilkan dari serangkaian proses perkawinan silang pohon kopi, khususnya spesies Coffea canephora. Kopi ini biasanya dibudidayakan pada ketinggian 400-700 m dpl, suhu udara 21-24 derajat celsius, dan bulan kering selama 3-4 bulan berturut-turut. Tanaman kopi robusta lebih banyak ditanam oleh para petani di Indonesia dan Filipina karena kondisi iklimnya yang sesuai.

Pohon kopi robusta bisa dipelihara di dataran rendah hingga dataran tinggi. Tanaman ini mempunyai tingkat produktivitas yang tinggi. Sayangnya tanaman ini pun lebih rentan terkena serangan hama dan penyakit. Proses perubahan bunga menjadi buah umumnya memerlukan waktu lebih kurang 10-11 bulan. Buahnya akan lebih cepat tumbuh apabila mendapatkan suhu udara yang hangat.

Variasi rasa kopi robusta mulai dari netral hingga tajam. Beberapa orang berpendapat kalau rasanya menyerupai gandum. Ini dikarenakan aroma biji kopi robusta segar yang belum disangrai mirip seperti kacang-kacangan. Pada saat diseduh, rasa kopi robusta cenderung seperti rasa cokelat dengan bau yang manis dan khas. Sedangkan untuk tekstur rasanya lebih kasar dibandingkan dengan kopi arabika.