Perbedaan Ayam Kate dan Ayam Serama

Apakah perbedaan antara ayam kate dan ayam serama? Ayam biasa dipelihara oleh manusia, baik untuk keperluan konsumsi maupun dijadikan sebagai binatang hias. Khususnya untuk ayam hias, ayam tersebut umumnya mempunyai keunikan atau keindahan tersendiri. Misalnya ayam yang memiliki suara kokok yang merdu, bulu yang indah, serta bentuknya lain daripada yang lain.

Ayam kate serta ayam serama sama-sama dikenal sebagai ayam hias. Alasan orang memelihara kedua ayam ini adalah bentuknya yang mini membuat tampilannya terlihat unik. Mungilnya ukuran postur tubuh ayam kate dan ayam serama juga membuat gaya berjalannya terlihat lucu sekali. Tidak heran kalau harga ayam hias rata-rata lebih mahal dibandingkan dengan ayam konsumsi seperti ayam pedaging atau ayam petelur.

Walaupun ukuran tubuhnya sama-sama kecil, ayam kate berbeda dengan ayam serama. Perbedaan antara kedua ayam ini akan kami jelaskan secara lengkap pada uraian sebagai berikut :

Ayam Kate

perbedaan-ayam-kate.jpg

Ayam kate merupakan salah satu jenis ayam endemik yang berasal dari Indonesia. Ayam ini mempunyai jengger yang ukurannya cukup besar dan menggelambir pada bagian bawahnya. Jika diperhatikan dengan teliti, diameter kaki ayam kate juga tampak besar namun cenderung pendek. Sedangkan bulu ekornya agak melengkung ke depan sampai mendekati kepala. Begitu pula dengan postur tubuhnya yang kecil sehingga terlihat seperti cebol karena tidak proporsional dengan ukuran kakinya yang besar.

Ayam kate juga memiliki dada yang bentuknya relatif datar, tidak membusung. Hal ini membuat gaya berjalannya ayam kate cukup gesit karena pandangannya tidak terhalang. Benar sekali, sepintas ayam kate memang tidak ubahnya seperti ayam kampung namun dengan ukuran yang lebih kecil. Warna bulunya pun sangat bervariasi. Yang lebih menarik, ayam kate yang dipelihara dengan benar bisa mempunyai bobot hingga mencapai lebih dari 500 gram.

Ayam Serama

perbedaan-ayam-serama.jpg

Asal usul ayam serama ialah dari Malaysia. Ciri-ciri khusus dari ayam ini yaitu bentuk badannya kecil tetapi proporsional serta dadanya tampak membusung. Ini membuat cara berjalan ayam serama menjadi tidak terlalu lincah. Ia juga biasanya mengangkat kedua kakinya cukup tinggi saat berjalan. Ayam serama mempunyai kaki yang lebih langsing, lebih tinggi, dan jarinya pun lentik.

Kebanyakan ayam serama mempunyai jengger yang kecil, terutama pada bagian bawahnya. Ekornya berbentuk tegak ke atas dan lentik pada ujung bulu ekornya. Kalau tidak berwarna merah, bulu ayam serama biasanya berwarna hitam. Bobot maksimal ayam ini berkisar antara 350-500 gram. Uniknya, ayam serama dikenal memiliki sifat pemberani yang ditunjukkan dari kebiasaannya yang sering membusungkan dada serta mengibaskan kedua sayapnya.