Perbedaan antara Catur dan Shogi

Apakah perbedaan antara catur dan shogi yang sebenarnya? Permainan shogi berasal dari Negeri Jepang. Jika dilihat sekilas, permainan ini mirip sekali dengan catur. Tujuannya pun sama persis yaitu untuk mematikan atau skak match raja. Bedanya adalah ukuran papan shogi lebih besar dibandingkan dengan catur. Seperti kita tahu, papan catur mempunyai ukuran 8 x8 kotak. Sedangkan kotak yang terdapat di dalam papan shogi terdiri dari 9 x 9 kotak.

Dalam memainkan shogi, setiap pemain akan dibekali dengan 20 pieces yang terdiri dari 1 king, 2 gold general, 2 silver general, 2 knight, 2 lance, 1 rook, 1 bishop, dan 9 pawn. Adapun cara bergerak masing-masing pieces tersebut adalah sebagai berikut :

  • King (K) memiliki pergerakan yang sama seperti King pada catur yaitu selangkah maju, mundur, maju diagonal, mundur diagonal, dan ke samping.
  • Gold General (G) bergerak hampir mirip dengan King pada catur yakni selangkah. Perbedaannya adalah Gold General hanya bisa bergerak maju, mundur, maju diagonal, dan ke samping. Tetapi ia tidak bisa bergerak mundur diagonal.
  • Silver General (S) juga mempunyai pergerakan yang hampir mirip King di catur karena gerakannya cuma selangkah. Bedanya adalah Silver General hanya bisa bergerak maju, maju diagonal, dan mundur diagonal. Ia tidak bisa melangkah mundur atau ke samping.
  • Knight (N) pergerakannya menyerupai Kuda di dalam catur. Hal yang membedakan yakni knight di shogi hanya bisa bergerak maju dua langkah dan kiri selangkah, atau maju dua langkah dan kanan selangkah. Knight tidak bisa mundur.
  • Lance (L) mirip seperti Rook pada permainan catur. Namun bedanya Lance hanya bisa maju dan tidak bisa mundur atau menyamping.
  • Rook (R) bergerak persis seperti Rook di catur. Rook memiliki pergerakan vertikal dan horizontal.
  • Bishop (B) bergerak persis seperti Peluncur pada catur. Cara bergeraknya yaitu diagonal.
  • Pawn (P) bergerak persis seperti Pawn pada permainan catur. Pawn bergerak dengan maju satu langkah ke depan.

Setiap pemain shogi dibekali dengan 20 pieces yang disusun berderet tiga secara horizontal sebagai markasnya. Tentu aturan ini berbeda dengan catur, di mana setiap pieces pemain disusun berderet dua secara horizontal. Persamaan selanjutnya ialah piece pada shogi juga bisa memakan atau meng-capture piece lawan apabila di sepanjang jalur pergerakan yang legal terdapat piece milik lawan. Begitu pula dengan pawn yang hanya bisa memakan piece lawan yang berada selangkah di depannya.

perbedaan-catur-dan-shogi.jpg

Promosi

Dalam shogi dikenal istilah promosi yang mirip seperti perubahan pion pada catur. Namun perubahan pada shogi memiliki ketentuannya sendiri dan tidak bisa sesuka hati memilih mau menjadikannya apa. Promosi pada shogi juga bisa dilakukan oleh semua pieces, kecuali King dan Gold General. Promosi bisa terjadi manakala piece yang dimaksud bergerak masuk, bergerak di antara, atau bergerak keluar dari zona promosi. Adapun zona promosi ini terletak tiga deret yang paling atas.

Berikut ini ketentuan perubahan pada promosi di permainan shogi :

  • Pawn, Lance, Knight, dan Silver General yang telah mengalami promosi maka gerakannya akan berubah menjadi seperti Gold General yaitu bergerak maju, mundur, maju diagonal, dan ke samping. Setelah mengalami promosi, maka sebutan untuk Pawn berubah menjadi Tokin, Lance menjadi Promoted Lance, Knight menjadi Promoted Knight, serta Silver General menjadi Promoted Silver.
  • Bishop yang telah mengalami promosi akan memiliki kemampuan untuk bergerak selangkah maju, menyamping, dan mundur. Bishop yang demikian ini biasa disebut Horse.
  • Rook yang telah mengalami promosi akan memiliki kemampuan untuk bergerak selangkah diagonal maju dan selangkah diagonal mundur selain gerakan aslinya. Rook yang sudah berpromosi dinamakan Dragon.

Pawn, Knight, dan Lance yang sudah berada di ujung jalur sama sekali tidak bisa bergerak sehingga wajib melakukan promosi. Promosi pada Pawn dan Lance hanya dapat dilakukan setelah piece tersebut mencapai deret yang terakhir. Sedangkan Knight bisa melakukan promosi setelah mencapai dua deret paling akhir.