Perbedaan antara Mesin Diesel dan Mesin Bensin

Apakah bedanya mesin diesel dengan mesin bensin? Kebanyakan kendaraan bermotor kalau tidak menggunakan mesin diesel, pasti memakai mesin bensin. Kedua mesin ini sebenarnya merupakan pengembangan dari mesin berteknologi uap air. Sedangkan bentuk pengembangan dari mesin diesel atau mesin bensin yang akan diterapkan pada masa yang akan datang ialah mesin hybrid dan mesin listrik.

Bagi orang awam khususnya, mesin diesel tidak ubahnya seperti mesin bensin. Tidak ada perbedaan yang mencolok dari kedua mesin tersebut jika hanya dilihat dari luar secara sekilas saja. Padahal mengetahui faktor-faktor yang membedakan antara mesin bensin dengan mesin diesel itu sangatlah penting. Misalnya pada saat ingin membeli kendaraan bermotor, Anda bisa memilih kendaraan yang mengusung mesin sesuai dengan kebutuhan.

Mesin Diesel

perbedaan-mesin-diesel.jpg

Di dalam mesin diesel, terjadi siklus pembakaran yang disebut sabathe. Sementara untuk rasio kompresinya berkisar antara 15-22. Besarnya rasio tersebut diperlukan oleh mesin diesel dalam kinerjanya sehingga bisa memakai suhu/panas dan tekanan yang tinggi. Mesin ini juga dibekali dengan ruang bakar yang rumit untuk menghasilkan campuran bahan bakar dan udara yang homogen

Mesin diesel bekerja dengan menyemprotkan bahan bakar secara langsung ke ruang bakar atau intake manifold. Dari sini, bahan bakar tadi disemprotkan sekali lagi ke akhir langkah kompresi. Ini berarti proses pembakaran di dalamnya terjadi secara mandiri yakni dengan menyemprotkan bahan bakar ke udara yang bertekanan tinggi sehingga mengakibatkannya terbakar.

Seperti kita tahu, mesin diesel menggunakan bahan bakar yang berjenis solar. Akibatnya getaran dan suara yang keras sebagai akibat besarnya daya yang dihasilkan oleh mesin tersebut. Hal ini pula yang membuat tingkat efisiensi panas pada mesin diesel lebih tinggi yang berkisar antara 30-40. Anda tidak bisa mengganti solar dengan bensin karena justru akan merusak komponen-komponen mesin diesel tersebut.

Mesin Bensin

perbedaan-mesin-bensin.jpg

Siklus pembakaran yang terjadi di dalam mesin bensin adalah siklus otto. Sedangkan rasio kompresinya cukup kecil sekitar 6-12. Mesin ini tidak membutuhkan rasio kompresi yang besar sebab proses pembakarannya telah dilakukan oleh busi. Ruang bakar pada mesin bensin pun jauh lebih sederhana karena tugas mencampur bahan bakar dan udara sudah dikerjakan karburator.

Mula-mula karburator akan mencampurkan bahan bakar dan udara dengan komposisi yang pas. Kemudian campuran tadi disemprotkan ke dalam ruang bakar. Campuran ini selanjutnya dikompresikan dalam waktu tertentu. Sebelum piston mencapai titik mati atas, busi akan memercikkan bunga api untuk membakar campuran bahan bakar dan udara tadi.

Mesin bensin memanfaatkan bensin sebagai sumber bahan bakarnya. Jangan sekali-kali mencoba memasukkan solar ke dalam tangki bahan bakar mesin bensin karena akibatnya bisa sangat fatal. Kelebihan utama dari mesin bensin ialah tidak berisik dan getarannya pun cukup halus. Tingkat efisiensi panas yang dilakukannya pun lebih baik daripada mesin diesel yakni mencapai 22-30.