Catat, Ini Perbedaan Merica dan Ketumbar!

Apakah perbedaan antara merica dan ketumbar? Semua penduduk Indonesia pasti pernah mendengar tentang merica dan ketumbar sebagai bumbu penyedap masakan. Namun bagaimana jika harus menunjukkan mana yang merica dan mana pula yang ketumbar, tidak sedikit yang mengaku kesulitan. Hal ini tidak mengherankan memang karena wujud merica mirip sekali seperti ketumbar yang sama-sama bulat. Tetapi kalau sudah terbiasa di dapur, lama-kelamaan Anda pun dapat membedakan keduanya.

Selalu ingat bahwa merica memiliki karakteristik rasa dan aroma yang berbeda dengan ketumbar. Jika dikecapi dengan seksama, merica mempunyai rasa yang pedas, hangat, dan agak pahit. Setelah ditumbuk, aroma merica pun kuat sekali karena banyak mengandung minyak atsiri. Sedangkan rasa dari ketumbar adalah rempah-rempah sekali, hambar tapi sedikit pahit, dan agak sengir. Jika merica cocok sekali digunakan bumbu sup, ketumbar lebih pas dipakai untuk menyedapkan masakan bersantan atau mengandung kecap.

Merica

perbedaan-merica-dan-ketumbar.jpg

Merica (Piper nigrum L.) biasa disebut pula lada/sahang merupakan tanaman rempah-rempah yang termasuk dalam ordo Piperales, famili Piperaceae, dan genus Piper. Merica memiliki kandungan minyak lada, minyak lemak, dan pati yang tinggi. Rasa yang ditimbulkannya merupakan perpaduan dari pedas, hangat, agak pahit, antipiretik. Bagian dari tanaman yang biasa dimanfaatkan sebagai bumbu ialah buahnya yang sudah dikeringkan.

Merica mendapatkan julukan rajanya rempah-rempah karena tingkat kebutuhannya yang tinggi sekali. Namun masyarakat Indonesia lebih menyukai rasa pedas dari cabai ketimbang merica. Sehingga lebih dari 80 persen merica yang dihasilkan oleh petani kita diekspor ke luar negeri. Dikenal ada dua jenis merica yaitu merica putih dan merica hitam. Meskipun dapat dikembangbiakkan dari biji, petani lebih tertarik memperbanyak tanaman merica dengan metode stek batang karena lebih mudah dan cepat.

Ketumbar

perbedaan-ketumbar-dan-merica.jpg

Ketumbar (Coriandrum sativum) adalah tanaman rempah-rempah yang tergolong dalam ordo Apiales, famili Apiaceae, dan genus Coriandrum. Bagian yang biasa dimanfaatkan sebagai bumbu masakan adalah daun dan buah ketumbar. Namun kebanyakan masyarakat Indonesia hanya menggunakan buah ketumbar yang telah dikeringkan. Jarang sekali orang yang memakai daun ketumbar karena sudah diganti dengan daun seledri yang memiliki rasa dan aroma mirip. Pemanfaatan daun ketumbar yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat Thailand untuk menguatkan citarasa sup dan salad.

Buah ketumbar memiliki diameter sekitar 1-2 mm. Buah yang telah dipanen akan dijemur terlebih dahulu supaya kering sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama. Pengeringan juga dimaksudkan untuk mempertajam dan memperkaya citarasanya. Produsen biasanya menjual ketumbar dalam bentuk produk yang masih utuh serta produk bubuk dari penggilingan buah ketumbar kering.

Perbedaan

Mengingat bagian dari tanaman merica dan tanaman ketumbar yang lumrah digunakan di Indonesia adalah buahnya yang sudah dikeringkan, maka kami hanya akan membandingkan kedua bagian tanaman ini saja.

  1. Merica berukuran lebih besar dibandingkan dengan ketumbar. Rata-rata merica berdiameter sekitar 3-5 mm, sedangkan diameter ketumbar antara 2-3 mm.
  2. Merica memiliki permukaan yang mulus, halus, dan hampir tanpa tekstur. Berbeda dengan permukaan ketumbar yang terasa kasar karena bertekstur garis-garis.
  3. Merica ada yang berwarna putih dan ada pula yang warnanya hitam tergantung jenisnya. Lain halnya dengan warna ketumbar antara cokelat muda sampai cokelat kekuningan.
  4. Jika dibelah menjadi dua bagian, merica mempunyai isi yang padat. Sementara itu, ketumbar yang dibelah menjadi dua akan tampak kopong/hampa.
  5. Rasa yang paling dominan dari merica adalah pedas dan hangat. Hal ini beda dengan ketumbar yang memiliki rasa paling dominan antara hambar, sengir, dan sedikit pahit.