Ingat Perbedaan Tikus Jantan dan Betina Ini!

Apakah perbedaan tikus jantan dan betina? Tikus merupakan binatang mamalia dari famili Muridae. Suku ini terdiri atas lima subfamilia antara lain Deomyinae, Gerbillinae, Lophiomyinae, Leimacomyinae, dan Murinae. Terdapat dua spesies tikus yang paling terkenal karena suka hidup berdampingan dengan manusia yaitu tikus got (Rattus norvegicus) dan mencit (Mus spp.). Bahkan kedua spesies tikus tersebut diklaim dapat ditemukan di seluruh penjuru dunia.

Sebenarnya selain tikus rat dan mencit, terdapat spesies tikus-tikus lain yang cukup akrab berada di lingkungan sekitar kita. Di antaranya meliputi :

  • Tikus rumah (Rattus rattus)
  • Tikus sawah (Rattus argentiventer)
  • Tikus wirok (Bandicota sp.)
  • Tikus celurut (shrew)

Membedakan antara tikus yang berjenis kelamin jantan dengan betina sebenarnya mudah sekali. Sebagai hewan mamalia, tikus mempunyai organ kelamin yang berbeda-beda. Jadi Anda bisa menentukan jenis kelamin seekor tikus dengan memperhatikan bentuk organ kelaminnya. Tikus jantan memiliki organ kelamin berupa testis. Di bagian bawahnya juga dilengkapi kantung kemih. Sedangkan bentuk organ kelamin pada tikus betina tidak sama. Selain itu, tikus betina pun mempunyai kelenjar susu sebanyak delapan buah sekaligus.

perbedaan-tikus-jantan-betina.jpg

Secara garis besar, tikus dikenal sebagai binatang pengganggu. Hal ini berkaitan dengan kebiasaannya yang suka sekali mencuri makanan dan menggerogoti perabotan rumah tangga. Binatang ini kerap pula ditemukan memangsa hewan ternak yang masih berukuran kecil seperti ayam, bebek, atau kelinci dan terwelu. Tidak hanya itu, serangan tikus juga meluas sampai ke area perkebunan. Tak jarak tanaman-tanaman perkebunan yang sengaja dibudidayakan oleh para petani justru dimangsa oleh tikus-tikus ini.

Oleh karena itu, pengendalian pun terus dilakukan untuk mencegah serangan tikus yang dinilai sangat mengganggu. Misalnya seperti :

  1. Penggunaan umpan beracun yang diberikan kepada tikus sehingga diharapkan tikus yang memangsanya akan mati. Selain racun dari bahan kimia, Anda bisa menggunakan beras yang dicampur ekstrak umbi gadung. Penggunaan bahan alami tersebut dinilai lebih efektif dalam memancing tikus untuk memakannya.
  2. Ada beberapa area yang sering dijadikan tikus sebagai sarang tempat tinggal. Jika Anda menemukan area tersebut, cobalah bersihkan dari tumpukan barang-barang dan timbun kembali lubang tikus sampai rapat. Agar tikus tidak menggali tanah di tempat itu lagi, Anda bisa menaruh campuran dari bawang merah, cabai rawit merah, dan merica di atasnya.
  3. Serangan tikus yang sudah keterlaluan tidak boleh dibiarkan karena akan membuatnya semakin menjadi-jadi. Memang tidak mudah untuk dapat menangkap tikus karena larinya kencang sekali, suka melewati jalur-jalur yang sulit dijangkau, dan senang bersembunyi. Itu sebabnya, Anda harus memasang perangkap sederhana dari besi untuk menjebaknya.
  4. Tikus akan mulai beraksi setelah kondisi di suatu ruangan terasa sepi. Binatang ini juga lebih senang tinggal di lingkungan yang suasananya tidak terlalu ramai. Ini berarti tikus tidak suka tempat yang ramai dan bising. Anda bisa memelihara beberapa ekor jangkrik untuk membuat suasana rumah lebih meriah sehingga dapat mengganggu pendengaran tikus asalkan Anda juga tahan dengan suaranya.