Lima Perbedaan Formalin dan Boraks!

Apa perbedaan formalin dengan boraks? Akhir-akhir ini ramai pemberitaan tentang penyalahgunaan bahan kimia untuk pengawet makanan. Tentu saja, ini merupakan tindakan yang sangat keliru sebab bagaimana pun bahan kimia tidak boleh masuk ke dalam tubuh manusia karena tidak dapat dicerna dan merusak jaringan tubuh. Jika terus dibiarkan, lama-kelamaan akan timbul penyakit kronis akibat permasalahan tersebut.

Jenis bahan kimia yang paling sering dicampurkan ke makanan yaitu formalin dan boraks. Keduanya sama-sama bisa digunakan sebagai pengawet, walau sangat berbahaya, karena mampu mematikan kuman, bakteri, dan mikroorganisme lainnya. Tetapi kedua bahan kimia ini jelas tidak sama. Formalin bukanlah boraks dan boraks juga berbeda dengan formalin. Perbedaan antara formalin dan boraks dapat kami jelaskan sebagai berikut.

Formalin

perbedaan-formalin-dan-boraks.jpg

Istilah formalin sebenarnya adalah sebuah merek dagang. Formalin yakni salah satu nama merek daging dari cairan formaldehida yang telah dilarutkan ke dalam air dengan kadar sekitar 36-40 persen. Sebagian produk formalin juga mengandung alkohol antara 10-15 persen. Fungsi alkohol tersebut ialah sebagai stabilisator agar kandungan formaldehida di dalamnya tidak mengalami proses polimerisasi.

Wujud formalin berupa cairan yang berwarna bening (tidak berwarna). Apabila dihirup, baunya menyengat sekali. Cairan yang terlarut dalam air dan alkohol ini aslinya digunakan untuk menanggulangi hama, pembasmi serangga, atau desinfektan. Formalin pun sebenarnya dipakai untuk bahan pengawet, tetapi sebatas untuk mengawetkan bahan tekstil dan kayu. Dampak yang ditimbulkan dari mengonsumsi formalin antara lain gangguan sistem pernapasan, kerusakan mata, dan penyakit karsinogen.

Boraks

perbedaan-boraks-dan-formalin.jpg

Kata boraks berasal dari bahasa arab yaitu bouraq. Bahan kimia ini memiliki wujud berupa kristal lunak yang mengandung unsur boron, mempunyai warna, dan larut di dalam air. Dalam penulisannya, boraks disimbolkan dengan Na2 B4O7 10H2O. Boraks aslinya dipergunakan dalam industri kertas, gelas, kayu, dan keramik. Salah satu produk olahan boraks yang paling terkenal adalah gelas pyrex.

Sayangnya penyalahgunaan boraks sebagai bahan pengawet sekaligus pengenyal makanan sudah terjadi cukup lama. Khususnya pada masyarakat jawa, boraks dikenal pula dengan sebutan bleng. Bleng merupakan salah satu bahan utama untuk membuat gendar dan kerupuk karak. Karena ketidaktahuannya, masyarakat pun bahkan sampai menggunakan boraks ini untuk campuran bakso, mie, lontong, ketupat, dan lain-lain. Beruntung sebab Pemerintah Indonesia berhasil menyadarkan masyarakat akan bahaya pemakaian boraks.

Dampak buruk mengonsumsi boraks tidak langsung dirasakan tubuh manusia. Boraks yang sudah masuk ke sistem pencernaan akan tertimbun sedikit demi sedikit di dalam organ hati, otak, serta pankreas. Faktanya boraks juga bisa masuk ke tubuh melalui lapisan kulit. Beberapa efek negatif yang dapat ditimbulkan karena mengonsumsi boraks dalam jangka waktu yang panjang di antaranya muntah, pusing, diare, kejang perut, hilang nafsu makan, serta kerusakan ginjal.

Perbedaan

Perbedaan-perbedaan tentang formalin dan boraks dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Formalin memiliki wujud berupa cairan yang berwarna bening. Sedangkan wujud boraks berupa serbuk yang warnanya kekuning-kuningan.
  2. Formalin adalah sebuah merek dagang yang berisi bahan kimia formaldehida. Tetapi boraks merupakan bahan kimia itu sendiri.
  3. Formalin berfungsi sebagai bahan pengawet. Sementara untuk boraks, selain dipakai untuk bahan pengawet juga bisa digunakan sebagai bahan pengenyal.
  4. Formalin mempunyai bau yang jauh lebih menyengat dibandingkan dengan boraks. Adapun bau dari boraks ini tidak terlalu menyengat.
  5. Formalin dapat menyebabkan keracunan hingga kematian secara langsung. Berbeda dengan efek dari boraks dirasakan sedikit demi sedikit.