Perbedaan Rumah Sakit Tipe A, B, C, D, dan E

Perbedaan rumah sakit tipe A, B, C, D, dan E sangat penting untuk diketahui oleh para pasien BPJS Kesehatan. Jangan sampai deh Anda merasa tidak dilayani dengan baik oleh rumah sakit karena kekurangtahuan Anda sendiri. Dua faktor utama yang membedakan antara kelas-kelas rumah sakit tersebut yaitu fasilitas serta sarana dan prasarana penunjang medis. Karena perbedaan inilah, pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit yang satu dengan lainnya kepada pasien pun berbeda.

Di bawah ini klasifikasi rumah sakit berdasarkan Permenkes RI Nomor 986/Menkes/Per/1 1/1992 antara lain :

  1. Rumah Sakit Tipe A

Rumah sakit yang tergolong tipe A adalah rumah sakit yang sanggup melayani tenaga kedokteran spesialis dan subspesialis luas. Rumah sakit ini biasanya juga sudah didaulat sebagai rumah sakit pusat sebagai tempat rujukan tertinggi oleh pemerintah. Seorang pasien BPJS akan mendapatkan rujukan penanganan ke rumah sakit tipe A manakala fasilitas kesehatan tingkat 1 dan 2 tidak mampu menangani penyakitnya. Contoh-contoh rumah sakit tipe A yaitu RSU Dr W Sudirohusodo, RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, RSU Dr Soetomo, RS Jantung Harapan Kita, dan RSU Fatmawati.

perbedaan-rumah-sakit-kelas.jpg

  1. Rumah Sakit Tipe B

Rumah sakit tipe B mencakup rumah sakit-rumah sakit yang menyediakan pelayanan medik spesialis luas serta subspesialis terbatas. Rencananya di masa depan, rumah sakit tipe ini akan dibangun di setiap ibukota provinsi. Diharapkan rumah sakit tipe B bisa menampung pasien rujukan dari rumah sakit tingkat kabupaten. Sebagian rumah sakit pendidikan yang tidak tergolong tipe A dapat diklasifikasikan ke dalam tipe ini. Beberapa contoh dari rumah sakit tipe B misalnya RS AB Harapan Kita, RSU Dr Sardjito, RSU Tangerang, RSU Pasar Rebo, RSU Tarakan, RS Sumber Waras, RS Pelni Petamburan, dan RS Kanker Dharmais.

  1. Rumah Sakit Tipe C

Rumah sakit yang mampu memberikan layanan kedokteran subspesialis terbatas disebut rumah sakit tipe C. Ada 4 jenis pelayanan spesialis yang tersedia di antaranya pelayanan penyakit dalam, pelayanan kebidanan dan kandungan, pelayanan bedah, serta pelayanan kesehatan anak. Rumah sakit tipe ini biasanya didirikan di wilayah kabupaten/kota sebagai sarana fasilitas kesehatan tingkat 2. Adapun contoh rumah sakit tipe C yakni RSU Dr Slamet, RSU Guntur, RSUD Dr Soewondo, dan lain-lain.

  1. Rumah Sakit Tipe D

Rumah sakit D berisi semua rumah sakit yang sedang berada di masa transisi sebelum berubah menjadi rumah sakit tipe C. Klasifikasi ini biasanya dihuni oleh rumah sakit yang masih tergolong baru didirikan. Pelayanan kesehatan yang terdapat di rumah sakit kelas D seperti pelayanan kedokteran umum dan kedokteran gigi. Rumah sakit ini juga termasuk fasilitas kesehatan tingkat 2 yang menampung rujukan dari fasilitas kesehatan 1.

  1. Rumah Sakit Tipe E

Rumah sakit tipe E ialah rumah sakit khusus. Berbeda dari rumah sakit tipe lainnya, rumah sakit ini hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan untuk satu bidang kedokteran saja. Mayoritas rumah sakit tipe E adalah rumah sakit milik negara yang dibangun oleh pemerintah. Contoh rumah sakit tipe antara lain rumah sakit jiwa, rumah sakit jantung, rumah sakit ibu dan anak, rumah sakit paru-paru, serta rumah sakit kusta.