Buat Pelajar, Ini Perbedaan Asam dan Basa yang Lengkap!

Apakah perbedaan antara asam dan jawa? Berdasarkan sifat dan karakteristik yang dimilikinya, semua senyawa kimia dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu senyawa asam dan senyawa basa. Kedua senyawa ini jelas sangat-sangat berbeda. Perbedaan antara keduanya mencakup sifat-sifat, reaksi yang terjadi, rasa, derajat keasaman, dan kecenderungannya. Nah, agar Anda bisa mengetahuinya dengan jelas, kami akan memberikan penjelasan tentang asam dan basa ini secara lengkap.
ASAM
Kata asam berasal dari bahasa latin yaitu acidus/acere yang berarti asam. Asam adalah zat yang akan menghasilkan ion hidrogen (H+) apabila direaksikan dengan air. Proses ionisasi ini menghasilkan ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif. Senyawa asam memiliki tingkat keasaman (pH) yang berkisar antara 1-7 derajat. Senyawa ini bersifat korosif sehingga lama-kelamaan akan mengikis benda yang dikenainya.
Untuk mengecek suatu senyawa itu bersifat asam atau bukan, Anda bisa menggunakan kertas lakmus. Di sini Anda harus memakai kertas lakmus yang berwarna merah dan biru. Senyawa asam akan mengubah warna kertas lakmus biru menjadi berwarna merah. Namun senyawa ini tidak akan mengubah warna kertas lakmus merah. Adapun contoh-contoh senyawa yang mempunyai sifat asam di antaranya :
  1. Asam Asetat
  2. Asam Benzoat
  3. Asam Askorbat
  4. Asam Laktat
  5. Asam Sitrat
  6. Asam Formiat
  7. Asam Karbonat
  8. Asam Malat
  9. Asam Klorida
  10. Asam Tatrat
  11. Asam Nitrat
  12. Asam Sulfat
  13. Asam Fosfat
  14. Asam Borat
  15. Asam Sianida
perbedaan-asam-dan-basa.jpg
BASA
Suatu senyawa dapat digolongkan ke dalam kelompok basa apabila senyawa tersebut akan menghasilkan ion hidroksida (OH-) ketika direaksikan di dalam air. Pembentukan ion ini terjadi karena senyawa basa mampu mengikat satu elektron pada saat dimasukkan ke dalam air. Basa juga mempunyai kemampuan untuk menetralisir senyawa asam (H+). Dari reaksi netralisasi tersebut lantas dihasilkan air (H2O). Basa sendiri memiliki derajat keasaman sekitar 8-14.
Sifat utama basa ialah kaustik yaitu merusak kulit. Rasa dominan yang dimilikinya adalah pahit. Untuk mendeteksi apakah suatu senyawa itu bersifat basa atau tidak, Anda bisa menggunakan kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru. Perubahan yang terjadi pada kertas lakmus tadi apabila suatu senyawa termasuk ke dalam kategori basa adalah kertas lakmus merah berubah warna menjadi biru serta kertas lakmus biru tidak akan berubah warna.
Contoh-contoh senyawa dalam kategori basa antara lain :
  1. Aluminium hidroksida
  2. Kalsium hidroksida
  3. Magnesium hidroksida
  4. Natrium hidroksida
  5. Kalium hidroksida
  6. Amonium hidroksida
  7. Etilamin hidroksida
  8. Rubidium hidroksida
  9. Strontium hidroksida
  10. Barium hidroksida
PERBEDAAN
Berikut ini perbedaan-perbedaan antara asam dan basa yang paling lengkap, yaitu :
  1. Di dalam air, asam menghasilkan ion H+ dan basa menghasilkan ion OH-.
  2. Asam memiliki pH di bawah 7, sedangkan basa mempunyai pH di atas 7.
  3. Sifat asam adalah korosif. Tetapi basa bersifat kaustik.
  4. Rasa pada asam ialah masam. Sementara basa terasa pahit.
  5. Basa terasa licin di tangan menyerupai sabun, tapi asam tidak.
  6. Asam dapat bereaksi dengan logam dan menghasilkan H2, namun basa tidak.
  7. Asam dan basa dapat mengubah warna zat lain, tetapi perubahannya berbeda.
  8. Asam dapat merubah warna kertas lakmus biru menjadi merah, namun basa tidak.
  9. Basa dapat mengubah warna kertas lakmus merah menjadi biru, tapi asam tidak.
  10. Asam dan basa sama-sama bisa dipakai sebagai elektrolit, namun reaksinya berbeda.