Ini Bedanya Mutiara Air Tawar dengan Mutiara Air Laut

Pembahasan tentang mutiara memang selalu menarik untuk diikuti. Apalagi mutiara yang notabene merupakan produk alami yang dihasilkan oleh kerang ini mempunyai harga yang sangat fantastis. Tidak tanggung-tanggung, seseorang berani mengeluarkan uang hingga Rp 120 juta hanya untuk sebutir mutiara yang diperoleh langsung dari alam. Nilai tersebut tentu bisa menjadi berkali-kali lipat untuk mutiara yang usianya lebih tua.

Kita patut berbangga karena Indonesia dikenal sebagai produsen mutiara dengan kualitas terbaik di dunia. Tepatnya di Pulau Lombok, di mana para petani setempat membudidayakan kerang mutiara yang berjenis Pinctada maxima. Kerang ini mampu menghasilkan mutiara yang bentuknya bulat sempurna, sangat berkilau, dan warnanya putih bersih. Mutiara tersebut dikenal dengan julukan The Queen of Pearl atau The South Sea Pearl.

mutiara-air-laut-tawar.jpg

Pada umumnya, mutiara memang diproduksi oleh kerang-kerang yang hidup di lautan atau lingkungan perairan air asin. Tetapi tahukah Anda kalau mutiara juga bisa dihasilkan oleh kerang-kerang yang tinggal di air tawar? Hyriopsis cumingii adalah salah satu spesies kerang air tawar penghasil mutiara. Tidak seperti Pinctada maxima yang hanya mampu menghasilkan sebutir mutiara per cangkang, Hyriopsis cumingii bahkan bisa memproduksi 5-10 butir mutiara sekaligus.

Selanjutnya mutiara yang dihasilkan oleh kerang Pinctada maxima dikenal dengan sebutan mutiara air laut sebab kerang ini tumbuh dan dibudidayakan di perairan lautan. Sedangkan mutiara yang diproduksi oleh Hyriopsis cumingii disebut mutiara air tawar. Biasannya kerang Hyriopsis cumingii ini memang diternakkan di lingkungan perairan air tawar seperti danau, sungai, kolam, dan tambak.

Mutiara air tawar tidak sama dengan mutiara air laut. Perbedaan antara kedua jenis mutiara ini akan kami jelaskan sebagai berikut :

  1. Mutiara air tawar dihasilkan dari proses budidaya di lingkungan perairan tawar. Untuk mutiara air laut diperoleh dari budidaya di lautan.
  2. Hyriopsis cumingii adalah spesies kerang penghasil mutiara air tawar. Sedangkan untuk menghasilkan mutiara air laut digunakan kerang Pinctada maxima.
  3. Seekor kerang Pinctada maxima hanya mampu memproduksi sebutir mutiara. Berbeda dengan Hyriopsis cumingii yang sanggup memproduksi hingga 5-10 butir.
  4. Mutiara air laut memiliki warna putih dengan varian keemasan, kekuningan, abu-abu, dan sampanye. Namun warna mutiara air tawar putih pucat.
  5. Mutiara air laut memiliki kemilau permukaan yang sangat mengkilap. Sebaliknya kilau permukaan mutiara air tawar cenderung kusam.
  6. Dibutuhkan waktu sekitar 10-24 bulan untuk memelihara kerang air tawar agar mutiaranya bisa dipanen. Tetapi pemeliharaan kerang mutiara air laut sampai 4 tahun.
  7. Mutiara air laut biasanya mempunyai diameter rata-rata antara 8-19 mm. Sementara itu, diameter mutiara air tawar tidak lebih dari 10 mm.
  8. Harga mutiara air laut jauh lebih mahal dibandingkan mutiara air tawar. Harga mutiara air tawar mulai dari Rp 100 ribuan, sedangkan mutiara air laut minimal dihargai Rp 20 juta.