Perbedaan Minuman Isotonik dan Hipertonik

Apakah perbedaan minuman isotonik dan hipertonik? Sebagian besar tubuh manusia terdiri atas cairan. Kita harus menjaga keseimbangan cairan tubuh tersebut. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita meminum air dalam jumlah yang cukup besar untuk mencukupi kebutuhan gizi harian. Untungnya dalam tubuh kita sudah memiliki mekanisme yang canggih untuk menjaga keseimbangan cairan. Salah satunya yaitu timbul rasa haus.
Yap, haus merupakan suatu keadaan di mana kerongkongan kita terasa kering sehingga ingin minum. Rasa haus muncul apabila konsentrasi cairan di dalam tubuh kita sudah banyak berkurang. Sehingga timbul perasaan haus sebagai akibat dari jumlah cairan tubuh yang tidak seimbang. Anda tidak boleh membiarkan rasa haus ini terus melanda, kecuali bila memang sedang berpuasa. Cara mengatasi rasa harus cukup dengan meminum minuman.
minuman-isotonik-dan-hipertonik.jpg
Secara garis besar, minuman dapat dikelompokkan menjadi empat jenis. Di antaranya yaitu air biasa, minuman hipotonik, minuman isotonik, serta minuman hipertonik.
Minuman Hipotonik
Minuman hipotonik adalah minuman yang mengandung elektrolit (Na) dan karbohidrat dengan kadar yang rendah sekitar 2-3 persen. Minuman ini berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar melalui keringat tanpa menambah kadar karbohidrat di dalam tubuh. Anda bisa mengonsumsinya ketika berolahraga sebab minuman ini cepat diserap oleh usus. Adapun contoh minuman hipotonik antara lain minuman penyegar yang mempunyai kandungan NaCl dan dekstrosa.
Minuman Isotonik
Minuman isotonik adalah minuman berbasis air yang mengandung glukosa dan fruktosa sekira 6 persen. Konsentrasi minuman isotonik ini sama seperti cairan tubuh. Itu sebabnya, minuman isotonik cepat diserap tubuh serta cepat menggantikan keringat. Berbeda dengan minuman hipotonik, minuman isotonik ini juga memberikan asupan karbohidrat dan menggantikan elektrolit. Minuman isotonik pun berbeda dari air biasa karena diformulasikan dengan kadar ion yang sudah ditentukan. Cocoknya minuman ini diminum untuk mendukung kebutuhan sehari-hari yang padat dan intensitas yang tinggi.
Minuman Hipertonik
Minuman hipertonik adalah minuman yang mengandung konsentrasi substansi yang tinggi dengan kandungan karbohidrat yang tinggi mencapai 10 persen. Maka dari itu, minuman ini paling cocok dikonsumsi sebagai minuman berenergi atau minuman yang bisa meningkatkan stamina. Paling pas jika Anda meminum minuman hipertonik sesaat sebelum berolahraga berat atau aktivitas yang membutuhkan banyak energi seperti aerobik dan fitness. Tidak disarankan meminumnya setelah melakukan kegiatan sebab minuman ini tidak bisa digunakan untuk rehidrasi ketika haus. Hal ini dikarenakan konsentrasi substansinya tinggi sehingga penyerapannya lamban.
PERBEDAAN
Jadi perbedaan antara minuman isotonik dan minuman hipertonik yaitu :
  1. Minuman isotonik memiliki konsentrasi yang sama seperti cairan tubuh. Sedangkan minuman hipertonik lebih kompleks/padat.
  2. Minuman isotonik mengandung karbohidrat yang lebih rendah daripada minuman hipertonik.
  3. Minuman isotonik cepat diserap oleh tubuh. Berbeda dengan minuman hipertonik yang lamban penyerapannya.
  4. Minuman hipertonik dapat meningkatkan stamina. Tetapi minuman isotonik tidak.
  5. Minuman hipertonik cocoknya diminum sebelum beraktivitas. Sementara minuman isotonik lebih tepat diminum setelah melakukan kegiatan.