Membedakan Penyakit Layu Bakteri dan Layu Fusarium

Penyakit layu bakteri dan penyakit layu fusarium sama-sama dikenal sebagai penyakit yang sangat berbahaya bagi kesehatan tanaman yang kita budidayakan. Tidak hanya merusak tanaman dan menurunkan tingkat produktivitasnya, kedua penyakit ini pun bahkan dapat mengakibatkan tanaman peliharaan kita menjadi mati secara mendadak. Sebagai petani, tentunya kita tidak pernah mengharapkan kejadian buruk ini terjadi.
Tanaman adalah investasi utama bagi para petani. Dari pertumbuhan tanaman tersebutlah, kita semua menggantungkan kehidupan. Akan tetapi, tanaman bisa mengalami sakit. Kalau sudah begini, tanaman tersebut mula-mula akan menjadi layu hingga akhirnya mati. Upaya tepat yang Anda lakukan untuk mengatasi tanaman yang layu dinilai sangat berguna menjaga kembali kesehatannya. Pengendalian ini harus dilakukan sesuai jenis penyakit yang menyerang.
layu-bakteri-layu-fusarium.jpg
Ada dua jenis penyakit layu yang biasa menyerang tanaman antara lain penyakit layu bakteri dan penyakit layu fusarium.
Penyakit Layu Bakteri
Penyakit layu bakteri disebabkan oleh Ralstonia solanacearum. Penyakit ini memiliki gejala awal berupa daun kedua dan ketiga yang berubah warna menjadi kuning pucat atau kuning menyeluruh lalu diikuti dengan daun-daun yang lainnya. Bagian batangnya seperti terlihat sehat. Tetapi setelah dipotong, tampak bagian dalam batang tersebut membusuk dan mengandung lendir. Lama-kelamaan pembusukan akan menyebar mulai dari bonggol hingga buah yang dihasilkannya.
Penyakit Layu Fusarium
Penyebab penyakit layu fusarium adalah Fusarium oxysporum f. Sp. Cubense. Cendawan ini mengakibatkan daun-daun tanaman yang telah tua akan menguning terlebih dulu, kemudian diikuti dengan daun yang masih muda. Tidak terjadi kasus pembusukan batang pada penyakit ini. Tetapi batang yang terserang justru akan mengering dan pecah membujur. Jika dipotong, tampak adanya semacam jaringan cendawan berupa garis-garis berwarna gelap di bagian dalam batang tersebut.
PERBEDAAN
Beberapa perbedaan antara layu bakteri dan layu fusarium di antaranya :
  1. Penyakit layu bakteri disebabkan oleh Pseudomonas (Ralstonia solanacearum). Sedang penyebab penyakit layu fusarium adalah Fusarium oxysporum f. Sp. Cubense.
  2. Daun tanaman yang terserang penyakit layu bakteri akan menguning mulai dari daun kedua dan ketiga hingga menyebar ke seluruh bagian. Berbeda dengan penyakit layu fusarium, daun tua yang akan menguning terlebih dahulu.
  3. Tanaman yang terserang penyakit layu bakteri seolah-olah terlihat layaknya tanaman sehat. Sementara pada tanaman yang terkena penyakit layu fusarium, batang semunya akan pecah membujur.
  4. Jika dipotong, bagian dalam batang tanaman yang terserang penyakit layu bakteri tampak membusuk dan berlendir. Tetapi pada batang tanaman yang terserang penyakit layu fusarium ditemukan jaringan berwarna kehitaman dan tak membusuk.
  5. Bonggol tanaman yang terserang penyakit layu bakteri akan mengeluarkan cairan berlendir yang warnanya cokelat kemerahan bila dipotong. Sedangkan pada tanaman yang terserang penyakit layu fusarium, bonggolnya berubah warna menjadi gelap.
  6. Kalau penyakit layu bakteri menyerang tanaman yang sudah berbuah, maka buahnya akan busuk di bagian dalamnya. Tetapi jika serangannya terjadi pada tanaman muda, maka buah tidak bisa terbentuk sempurna. Di sisi lain penyakit layu fusarium akan mengakibatkan tanaman gagal panen. Kalau pun berbuah, ukuran buahnya sangat kecil.
  7. Penyakit layu bakteri bisa memanfaatkan tumbuhan terong, cepukak, jahe, tomat, meniran, dan leunca sebagai inang sementaranya. Berbeda dengan penyakit layu fusarium yang kerap menggunakan inang sementara berupa tanaman lembayungan, rumput pahit, bayam-bayaman, dan tali kandang
  8. Penyakit layu bakteri juga bisa disebarluaskan oleh serangga jenis diptera sebagai inang sementara bagi penyebab penyakit ini. Sedangkan penyakit layu fusarium murni disebabkan oleh jamur, di mana sporanya disebarkan oleh angin dan air hujan. Tidak ada serangga yang menjadi inang penyakit layu fusarium.