Mengirim barang ke Jepang saat periode Lebaran sering menimbulkan pertanyaan. Banyak pengirim khawatir apakah layanan tetap berjalan, apakah ada keterlambatan, dan bagaimana memperkirakan waktu tiba barang. Untuk memahami situasinya, perlu melihat bagaimana pola operasional logistik selama masa libur panjang di Indonesia. Lebaran identik dengan cuti bersama dan penyesuaian jam kerja di berbagai sektor, termasuk logistik. Kantor operasional, gudang, layanan penjemputan, hingga administrasi ekspor-impor biasanya tidak berjalan normal seperti hari biasa. Namun, bukan berarti pengiriman berhenti sepenuhnya. Sebagian perusahaan tetap beroperasi dengan sistem piket atau jam kerja terbatas. Pada periode ini, terdapat beberapa kondisi umum yang sering terjadi. Penyesuaian jam operasional Beberapa layanan hanya menerima barang hingga tanggal tertentu sebelum libur. Setelah itu, proses penerimaan baru dibuka kembali setelah hari raya atau setelah cuti bersama selesai. Jika barang masuk terl...
Pengiriman barang pribadi ke Korea Selatan dari Indonesia kerap dipandang sebagai proses sederhana. Namun di balik aktivitas tersebut, terdapat rangkaian aturan dan mekanisme yang tidak selalu dipahami oleh pengirim. Kurangnya informasi sering kali berujung pada keterlambatan, biaya tambahan, hingga penahanan barang di bea cukai negara tujuan. Barang pribadi yang dikirim ke Korea Selatan umumnya mencakup pakaian, perlengkapan sehari-hari, dokumen cetak, hingga makanan kering dalam jumlah terbatas. Meski bersifat non-komersial, kiriman tetap diperlakukan sebagai barang impor dan berada di bawah pengawasan ketat otoritas kepabeanan. Makna Barang Pribadi Menurut Regulasi Dalam konteks kepabeanan, istilah barang pribadi tidak selalu sejalan dengan pemahaman umum masyarakat. Barang pribadi dinilai berdasarkan tujuan penggunaan, jumlah, dan nilai ekonominya. Barang yang dikirim berulang kali, dalam jumlah banyak, atau memiliki nilai tinggi dapat dipersepsikan sebagai barang komersial m...