Langsung ke konten utama

5 Perbedaan KPR Konvensional vs KPR Syariah

Apa perbedaan antara KPR konvensional dan KPR syariah? KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah suatu produk pembiayaan rumah secara kredit yang umumnya dikeluarkan oleh bank. Menurut sifatnya, jenis KPR bisa dibedakan menjadi 2 macam yaitu KPR konvensional yang dikeluarkan oleh bank-bank konvensional dan KPR syariah yang dikeluarkan oleh bank-bank berbasis syariah.

perbedaan-kpr-konvensional-dan-kpr-syariah.jpg

Ilustrasi

Di bawah ini perbedaan-perbedaan KPR konvensional dan KPR syariah :

1. Sistem Akad

Sistem akad merupakan bentuk perjanjian yang disepakati oleh semua pihak dalam suatu transaksi bisnis. Sistem akad yang ada di KPR konvensional berupa akad jual beli. Sedangkan sistem akad yang ada di KPR syariah antara lain akad jual beli (murabahah), akad kepemilikan bertahap (musyarakah mutanaqishah), akad sewa (ijarah), dan akad sewa beli (ijarah muntahua bittamlik). Konsumen biasanya cenderung memilih akad jual beli (murabahah).

2. Uang Muka

Pada dasarnya, besaran uang muka yang harus dibayarkan di awal perjanjian KPR syariah lebih kecil dibandingkan dengan KPR konvensional. Pada KPR syariah, uang muka minimalnya adalah 10 persen dari harga pembelian rumah. Sementara minimal uang muka pada KPR konvensional yang harus diambil sebesar 30 persen.

3. Sistem Angsuran

Kelebihan utama dari KPR syariah terlihat pada sistem angsurannya, di mana keseluruhan cicilan sudah ditetapkan sejak awal perjanjian dan fix sampai lunas. Sebaliknya, sistem angsuran pada KPR konvensional bersifat fluktuatif. Artinya jumlah pembayaran kredit per bulan menyesuaikan dengan kondisi suku bunga yang berlaku.

4. Biaya Denda

KPR konvensional mengenal biaya denda yang dibebankan kepada konsumen yang telat membayar cicilan bulanannya. Sedangkan pada KPR syariah tidak ada biaya denda keterlambatan pembayaran sama sekali. Namun ingat, sebagai pemakai KPR, anda berkewajiban penuh dalam membayar kredit yang telah diambil.

5. Biaya Penalti

Sedikit berbeda dengan biaya denda, biaya penalti adalah biaya yang harus dikeluarkan konsumen apabila ingin melunasi angsuran KPR-nya sebelum masa kontrak berakhir. Perlu diketahui bahwa bank konvensional memberlakukan sistem penalti ini karena margin keuntungan juga didapat dari peningkatan suku bunga setiap waktu. Sebaliknya, bank syariah tidak mengenal istilah penalti karena keseluruhan harga pembelian rumah sudah ditetapkan sedari awal perjanjian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Peluang Ekspor Ikan Tropis Indonesia ke Italia yang Terus Meningkat

  Italia merupakan salah satu negara di Eropa yang memiliki konsumsi ikan tinggi. Hidangan laut seperti spaghetti alle vongole , grilled tuna steak , hingga risotto ai frutti di mare menjadi bagian penting dari kuliner khas negeri tersebut. Dengan permintaan yang besar dan beragam jenis produk perikanan, peluang ekspor ikan tropis Indonesia ke Italia terbuka sangat lebar. Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati laut yang melimpah. Jenis ikan tropis seperti tuna, cakalang, mahi-mahi, kakap merah, dan kerapu memiliki nilai jual tinggi di pasar Eropa, terutama Italia. Ikan-ikan tersebut banyak digunakan oleh restoran Italia untuk hidangan segar, olahan beku, maupun produk siap saji. Selain itu, produk hasil laut Indonesia dikenal memiliki kualitas daging yang tebal, rasa gurih alami, dan warna daging yang menarik. Hal ini menjadikannya kompetitif dibandingkan produk dari negara lain seperti Filipina atau Thailand. Beberapa pelaku industri Italia bah...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...