Langsung ke konten utama

Perbedaan Samsung Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge

Diluncurkan secara bersamaan, Samsung Galaxy S6 dan Samsung Galaxy S6 Edge sama-sama mampu menyedot perhatian publik dunia. Selain karena desainnya yang sangat berkelas dengan empat pilihan warna menarik, kedua smartphone besutan Samsung ini juga dipersenjatai dengan fitur-fitur berteknologi terbaru. Salah satu yang menarik adalah kemampuan charge baterai yang sangat cepat dan dapat dilakukan secara nirkabel.

samsung-galaxy-s6.jpg

Samsung Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge

Setidaknya, ada 4 perbedaan antara Samsung Galaxy S6 dan Samsung Galaxy S6 Edge yaitu :

Bentuk

Meskipun hadir dengan layar yang berukuran sama persis yaitu 5,1 inch, namun secara fisik anda bisa membedakan Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge dari bentuk body-nya. Yap, Samsung Galaxy S6 memiliki body yang keseluruhannya berbentuk datar. Sementara itu, bentuk body Samsung Galaxy S6 Edge melengkung pada kedua tepinya sehingga lebih tipis. Lengkungan ini juga membuat tampilan versi S6 Edge terlihat lebih mewah.

Layar Tambahan

Yang perlu diingat bahwa Samsung Galaxy S6 Edge dilengkapi dengan layar tambahan pada bagian samping. Sedangkan, adiknya hanya memiliki layar utama saja. Adapun fungsi layar tambahan ini adalah sebagai navigasi bantuan yang memungkinkan Galaxy S6 Edge lebih fleksibel.

Bobot

Ketika anda mengangkat gadget S6 dan S6 Edge, mungkin anda mengira bobot keduanya sama. Hal ini tak mengherankan, sebab selisih bobot kedua smartphone ini sedikit sekali yaitu hanya sebesar 6 gram. Untuk Samsung Galaxy S6 bobotnya adalah 132 gram, sementara Samsung Galaxy S6 Edge berbobot 138 gram.

Baterai

Daya baterai Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge berselisih 50 mAh. Di mana kapasitas baterai Galaxy S6 Edge lebih unggul dengan 2.600 mAh. Sebaliknya, Galaxy S6 didukung baterai dengan kapasitas yang sedikit lebih rendah yaitu 2.550 mAh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...