Langsung ke konten utama

5 Perbedaan Toyota Agya dan Daihatsu Ayla

Toyota Agya dan Daihatsu Ayla sama-sama dirancang oleh pabrikan Astra Motor. Mengusung konsep LCGC (Low Cost Green Car), kedua mobil ini menyasar level hatchback dengan keseluruhan spesifikasi yang nyaris kembar. Kehadiran Agya dan Ayla ibarat rival abadi, di mana keduanya mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan mobil murah dengan bodi yang tak kalah gahar.

Yang menarik adalah mesin yang ditanamkan pada Agya dan Ayla sama, berupa mesin 12V DOHC FI yang berkapasitas silinder 1000 cc. Adapun mesin tersebut memiliki dua mode transmisi yaitu transmisi otomatis 4-speed dan transmisi manual sebanyak 5-speed. Hebatnya, tenaga yang sanggup dihasilkan oleh mesin tersebut mencapai 65 PS dengan 6.000 rpm dan torsi maksimal 8,8 kgm pada 3.600 rpm.

perbedaan-Agya-dan-Ayla.jpg

Toyota Agya

Di bawah ini perbedaan-perbedaan antara Toyota Agya dan Daihatsu Ayla!

1. Logo

Perbedaan pertama yang mudah dikenali dari Toyota Agya dan Daihatsu Ayla terletak pada logo yang melekat pada body-nya. Toyota Agya dilengkapi dengan logo berbentuk burung garuda yang dibingkai oleh kerangka elips. Sedangkan logo yang menyertai Ayla adalah huruf A yang juga dipadukan dengan bingkai berbentuk elips.

2. Desain

Dari segi desain, antara Agya dan Ayla mengusung konsep berbeda meskipun dimensi keduanya nyaris sama yaitu berkisar 3,6 x 1,6 x 1,52 m. Perbedaan desain bisa dilihat pada bagian grill, bamper, dan flog lamp dari kedua mobil ini. Agya memilih grill dengan model smile sehingga tampak elegan. Sementara Ayla mempercayakan grill yang berukuran tinggi, mulai dari kap mesin sampai bamper bawah dan membuatnya terlihat sangat sporty.

3. Warna

Baik Agya maupun Ayla sama-sama memiliki varian 6 macam warna yang berbeda tipis. Toyota Agya tersedia dalam pilihan warna Black, White, Light Blue, Blue Metallic, Silver Metallic, dan Grey Metallic. Sementara pilihan warna Daihatsu Ayla adalah Ultra Black Solid, Icy White Solid, Light Blue Solid, Light Blue Metallic, Dark Grey Metallic, dan Classic Silver Metallic. Namun untuk official color saat peluncuran, Agya memakai Dark Blue Metallic dan Ayla memilih Light Blue Metallic.

4. Tipe

Tidak jauh berbeda, varian tipe Agya dan Ayla juga sama-sama mempunyai tiga pilihan. Di mana tipe Toyota Agya yang diluncurkan yaitu tipe E, tipe G, dan tipe TRD S. Sebaliknya untuk Daihatsu Ayla, pilihannya antara lain tipe D, tipe M, dan tipe X. Agya tipe E dan Ayla tipe D merupakan varian yang paling sederhana dan dibandrol dengan harga yang paling rendah.

5. Interior

Tema yang diusung pada bagian dalam Agya adalah desain stylish dan fungsional. Hal ini bisa dilihat dari kapasitas bagasi yang lapang, interior yang dilengkapi AC, power window, dan doorlock, serta kursi yang disertai headrest dan sabuk pengaman. Sementara itu, interior Ayla mengusung tema desain yang dinamis. Kursi bagian belakangnya bisa dilipat, sehingga lebih fleksibel untuk penumpang dan barang muatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Peluang Ekspor Ikan Tropis Indonesia ke Italia yang Terus Meningkat

  Italia merupakan salah satu negara di Eropa yang memiliki konsumsi ikan tinggi. Hidangan laut seperti spaghetti alle vongole , grilled tuna steak , hingga risotto ai frutti di mare menjadi bagian penting dari kuliner khas negeri tersebut. Dengan permintaan yang besar dan beragam jenis produk perikanan, peluang ekspor ikan tropis Indonesia ke Italia terbuka sangat lebar. Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati laut yang melimpah. Jenis ikan tropis seperti tuna, cakalang, mahi-mahi, kakap merah, dan kerapu memiliki nilai jual tinggi di pasar Eropa, terutama Italia. Ikan-ikan tersebut banyak digunakan oleh restoran Italia untuk hidangan segar, olahan beku, maupun produk siap saji. Selain itu, produk hasil laut Indonesia dikenal memiliki kualitas daging yang tebal, rasa gurih alami, dan warna daging yang menarik. Hal ini menjadikannya kompetitif dibandingkan produk dari negara lain seperti Filipina atau Thailand. Beberapa pelaku industri Italia bah...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...