Langsung ke konten utama

Apakah Perbedaan dari Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif?

Bahasa Indonesia mengenal kalimat aktif dan kalimat pasif. Perbedaan utama dari kedua pola susunan kata ini adalah pada keberadaan subyeknya. Di mana, kalimat aktif adalah kalimat yang subyeknya melakukan pekerjaan. Sedangkan kalimat pasif adalah kalimat yang subyeknya dikenai pekerjaan.

Kalimat Aktif

perbedaan-kalimat-aktif.jpg

Ikan

Kalimat aktif adalah suatu kalimat di mana subjek bertindak sebagai pelaku atas pekerjaan yang dijelaskan pada predikat kepada objek. Ciri-ciri kalimat aktif adalah predikatnya menggunakan awalan me- atau ber- sehingga otomatis subjek melakukan predikat. Contohnya ialah Ibu memasak opor di dapur; Ayah memancing ikan di laut; Saya bermain sepakbola di lapangan.

Kalimat Pasif

kalimat-pasif.jpg

Buah Apel

Kalimat pasif adalah kalimat di mana subjeknya dikenai pekerjaan yang dijelaskan pada predikat. Penanda dari kalimat pasif terletak pada predikat yang memakai awalan di- atau ter-. Misalnya yaitu Jus apel di kulkas diambil adik; Telur dimasak kakak menjadi opor telur; Lampu kamar mandi dinyalakan Bayu saat malam.

Kesimpulan

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kalimat aktif berisi subjek melakukan pekerjaan dan kalimat pasif berisi subjek dikenai pekerjaan. Untuk mempermudah anda mengenali perbedaan dari kedua kalimat ini, perhatikan predikatnya dengan seksama. Predikat kalimat aktif selalu menggunakan awalan me- atau ber-, sementara predikat kalimat pasif memakai awalan di- atau ter-.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...