Langsung ke konten utama

3 Perbedaan Bendung dan Bendungan Secara Spesifik

Apakah perbedaan bendung dan bendungan secara spesifik? Tahukah Anda, bendung dan bendungan merupakan dua bangunan air yang berbeda satu dengan yang lain. Sayangnya tidak sedikit orang awam yang mengira kalau kedua bangunan tersebut sama saja. Bendung adalah pengempang untuk menahan air di sungai (tepi laut dan sebagainya). Sedangkan bendungan ialah bangunan penahan atau penimbun air untuk irigasi (pembangkit listrik dan sebagainya).

perbedaan-bendung-dan-bendungan.jpg

Bendung

Bendung merupakan bangunan yang dibuat melintasi sungai dan berfungsi untuk mengubah karakteristik aliran air. Kegunaan lainnya seperti mencegah terjadinya banjir, mengukur debit sungai, dan melambatkan aliran sungai. Ada dua macam bendung yaitu bendung tetap dan bendung gerak. Bendung tetap bermanfaat untuk menaikkan tinggi muka air hingga batas tertentu supaya air bisa dialirkan ke irigasi. Dan bendung gerak memiliki beberapa pintu yang bisa digerak-gerakkan untuk keperluan mengatur ketinggian muka air di sungai.

Bendung adalah struktur mirip bendungan yang memiliki kepala cukup rendah. Fungsi dari bangunan ini yaitu untuk menaikkan muka air hingga dapat mengalir melalui puncak atau mercu bendung. Penerapan bendung paling banyak di Indonesia adalah untuk kepentingan irigasi, terutama jika ketinggian muka air sungai lebih rendah daripada ketinggian muka tanah yang akan dialiri air.

Bendungan

Bendungan ialah bangunan yang dirancang untuk menahan laju air dengan membentuk waduk, danau, maupun tempat rekreasi. Sejumlah bendungan juga kerap dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air. Konstruksi bendungan biasanya dilengkapi dengan pintu air sebagai saluran pembuangan air yang tidak dibutuhkan secara bertahap.

Lumrahnya bendungan terbuat dari material tanah, batu, beton, atau pasangan bata. Tidak hanya dipakai untuk menampung dan menahan air, tetapi bendungan juga sering digunakan untuk menampung lumpur dan limbah industri. Berdasarkan ketinggian strukturnya, bendungan bisa diklasifikasikan menjadi lima macam. Bendungan besar memiliki tinggi lebih dari 15 meter, bendungan utama lebih dari 150 meter, bendungan rendah kurang dari 30 meter, bendungan sedang sekitar 30-100 meter, dan bendungan tinggi lebih dari 100 meter.

Perbedaan

Simak tiga perbedaan spesifik antara bendung dengan bendungan sebagai berikut!

  1. Konstruksi bendung memiliki ukuran yang lebih kecil daripada bendungan.
  2. Tingkat kerumitan dalam pembuatan bendung juga lebih sederhana dibandingkan dengan bendungan yang memerlukan perencanaan yang matang.
  3. Pada dasarnya, bendung berguna untuk menaikkan muka air sedangkan bendungan berfungsi untuk menahan laju air.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...