Langsung ke konten utama

4 Perbedaan Penting antara Oatmeal dan Oatbran

Apakah perbedaan antara oatmeal dengan oatbran? Oatmeal dan oatbran adalah bahan pangan yang terbuat dari gandum. Keduanya sama-sama memiliki kandungan lemak dan kalori yang cukup tinggi. Namun, tahukah Anda kalau oatmeal dan oatbran itu sebenarnya berbeda?

Biar tidak semakin penasaran, silahkan simak perbedaan-perbedaan antara oatmeal dan oatbran sebagai berikut!

perbedaan-oatmeal-dan-oatbran.jpg

1. Proses Pembuatan

Oatmeal terbuat dari gandum utuh, sedangkan bahan baku pembuatan oatbran berupa gandum yang tidak utuh alias tanpa bagian intinya. Proses pembuatan oatmel dilakukan dengan menggiling gandum hingga menjadi serpihan-serpihan berukuran kecil dengan ketebalan sekitar 0,3-1 mm. Tetapi pada pembuatan oatbran, prosesnya tidak berhenti sampai di sini. Gandum yang sudah digiling tadi kemudian akan melewati tahap rolling untuk menghilangkan sisa bagian groat-nya.

2. Kandungan Protein dan Serat

Secara garis besar, outbran lebih banyak mengandung protein dan kaya serat dibandingkan dengan oatmeal. Dalam setiap cangkir oubran, setidaknya tersimpan 20 gram protein dan 18 gram serat. Sementara pada secangkir oatmeal hanya mengandung 12 gram protein serta 8 gram serat. Perlu diketahui, protein sangat berguna untuk mendukung pertumbuhan tubuh kita dan serat bermanfaat untuk memperlancar sistem perncernaan.

3. Kandungan Mineral

Berdasarkan kandungan mineralnya, oatmeal lebih unggul daripada oatbran karena mengandung mineral dalam jumlah yang lebih banyak. Perbedaan kandungan mineral ini terutama disebabkan oleh bahan baku pembentuknya yang juga berbeda, meski sama-sama berasal dari gandum. Pada oatmeal, kandungan mineral yang terdapat pada sebutir gandum masih utuh. Tetapi pada oatbran, kandungan mineral ini sudah berkurang akibat bagian inti gandum yang dihilangkan. Kendati demikian, oatbran cocok sekali dikonsumsi ketika Anda sedang menjalani program diet.

4. Pemanfaatan Produk

Selain dikonsumsi sebagai bubur yang menyehatkan, oatmeal dan oatbran pun sering dimanfaatkan untuk keperluan yang lain. Misalnya oatmeal bisa digunakan sebagai bahan pembuat cookies/kue kering dan bahan pengental sup. Sedangkan oatbran dapat dipakai untuk memperkaya rasa roti, muffin, atau sereal. Bahkan di Jepang, oatbran kerap dimanfaatkan sebagai bahan pencuci piring dan bahan pengawet makanan yang alami.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...