Langsung ke konten utama

6 Perbedaan Yamaha Mio Z dan Mio M3

Apakah perbedaan-perbedaan antara Yamaha Mio Z dan Mio M3? Seperti kita ketahui, Mio M3 dan Mio Z sama-sama merupakan sepeda motor jenis matic yang diproduksi oleh Yamaha. Yamaha Mio M3 diluncurkan pertama kali pada tahun 2014, sedangkan Mio Z pada tahun 2016. Sejatinya kedua kendaraan roda dua tersebut juga sengaja diciptakan untuk menantang Honda Beat di kelas sepeda motor entry-level.

Tetapi, apa sih perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh kedua sepeda motor matic ini?

perbedaan-yamaha-mio-z.jpg

Yamaha Mio M3

Yamaha Mio M3 adalah sepeda motor buatan Yamaha yang diperkenalkan pada tahun 2014. Motor ini dibekali dengan mesin berkapasitas silinder 125 cc dan teknologi Blue Core. Sehingga performanya pun akan semakin mantap dan irit bahan bakar. Mio M3 juga mempunyai desain yang simple, trendy, dan sporty dengan enam pilihan warna cerah yaitu hitam, putih, pink, kuning, biru, dan merah.

Yamaha Mio Z

Yamaha Mio Z juga merupakan sepeda motor buatan Yamaha yang dirilis pada tahun 2016. Motor ini merupakan generasi terbaru dari Mio. Tidak jauh berbeda dengan M3, Mio Z juga dilengkapi dengan mesin berukuran 125 cc dan teknologi Blue Core. Ukuran ban yang dimiliki oleh Mio Z lebih lebar dengan maksud untuk meningkatkan akselerasi motor. Yamaha Mio Z hadir dengan dua variasi warna doff yaitu hitam dan putih.

Perbedaan

Apakah perbedaan-perbedaan antara Yamaha Mio M3 dan Mio Z? Berikut ini versi Farof selengkapnya!

  1. Yamaha Mio Z dibekali dengan ban depan dan ban belakang yang berukuran lebih lebar dari punyanya Yamaha Mio M3. Mio Z mempunyai ban depan berukuran 80/80-14 dan ban belakang berukuran 100/70-14. Ukuran tersebut tentu lebih lebar dengan milik M3 yaitu ban depan 70/90-14 dan ban belakang 80/80-14.
  2. Semakin besarnya penggunaan ban pada Yamaha Mio Z berimbas pula pada pemakaian velg yang lebih lebar. Meskipun begitu, perbedaan velg Mio Z dan Mio M3 ini hanya terletak pada ukurannya saja. Sedangkan bentuk palangnya sama sekali tidak berubah.
  3. Karena pemakaian ban dan velg yang lebar, Mio Z juga harus dipersenjatai dengan sepatbor depan yang ukurannya lebih besar. Apabila dipaksakan masih menggunakan sepatbor yang sama dengan Mio M3, hal tersebut akan mengakibatkan terjadinya gesekan antara ban dan sepatbor.
  4. Perbedaan keempat terletak pada warna suspensi belakang kedua sepeda motor ini. Seperti kita tahu, Yamaha Mio M3 telah mendapatkan suspensi standar yang berwarna hitam. Berbeda dengan Mio Z yang warna suspensi standarnya adalah merah. Sayangnya bentuk dan tingkat keempukan suspensi tersebut tidak jauh berbeda.
  5. Selanjutnya ialah perbedaan pada stripping dan warna bodi. Seperti pada penjelasan di atas, Mio M3 tersedia dalam enam pilihan warna yang cerah dan mengkilap yaitu hitam, putih, merah, biru, pink, dan kuning. Sementara itu, Mio Z dihiasi dengan dua pilihan warna yakni hitam atau putih dari jenis warna doff.
  6. Tentu saja harga kedua sepeda motor ini juga tidak sama. Saat ini, Yamaha Mio M3 on the road dihargai di kisaran Rp14,7 jutaan. Sementara untuk Yamaha Mio Z sebagai generasi baru dibanderol dengan harga yang lebih mahal yakni sekitar Rp15,1 jutaa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...