Langsung ke konten utama

Ini Perbedaan Toko Obat Berizin dan Apotek

Apakah perbedaan antara toko obat berizin dan apotek? Masyarakat yang tinggal di lingkungan perkotaan dapat membeli obat di apotek ataupun toko obat. Pada dasarnya, mereka sama-sama menjual obat-obatan secara eceran. Tapi tahukah Anda kalau toko obat berizin itu berbeda dengan apotek?

Menurut peraturan yang berlaku di Indonesia, toko obat hanya sebatas diizinkan untuk menjual obat-obatan bebas dan alat kesehatan ringan seperti plester, perban, kapas, dan sebagainya. Penanggung jawab toko obat ialah asisten apoteker yakni minimal seseorang yang telah lulus SMK jurusan teknik farmasi. Sedangkan apotek diperbolehkan untuk menjual semua jenis obat, mulai dari obat bebas hingga obat dengan resep dokter. Seorang apoteker minimal lulusan fakultas farmasi menjadi penanggung jawab utama dari apotek.

toko-obat-dan-apotek.jpg

Toko Obat Berizin

Toko obat atau pedagang eceran obat merupakan seseorang atau lembaga yang mempunyai izin untuk menyimpan obat-obatan bebas dan obat-obatan bebas terbatas untuk dijual kembali kepada masyarakat di tempat-tempat tertentu sesuai surat izin. Dasar hukum pendirian toko obat berizin di Indonesia adalah SK Menkes RI No. 1189A/Menkes/SK/X/1999 tentang Wewenang Penetapan Izin di bidang Kesehatan, SK Menkes RI No. 167/Kab/VII/1972 tentang Pedagang Eceran Obat, SK Menkes RI No. 1331/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri RI No. 167/Kab/VII/1972 tentang Pedagang Eceran Obat, dan SK Walikota Kota setempat. Adapun masa berlaku SK izin toko obat adalah dua tahun.

Apotek

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), apotek adalah toko tempat meramu dan menjual obat berdasarkan resep dokter serta memperdagangkan barang medis. Apotek juga dapat diartikan sebagai suatu tempat tertentu serta tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi maupun perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Sarjana farmasi yang sudah lulus dan telah mengucapkan sumpah jabatan yang berdasarkan perundang-undangan yang berlaku disebut apoteker.

Pendirian apotek harus didasari dengan Surat Izin Apotek (SIA) yaitu surat izin yang dikeluarkan oleh Menteri kepada Apoteker bekerja sama dengan pemilik sarana untuk menyelenggarakan apotek di suatu tempat. Dasar hukum apotek antara lain UU Obat Keras St. 1937 No. 541, UU No. 22 tahun 1997 tentang Narkoba, UU No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, PP No. 41 tahun 1980 tentang Masa Bhakti dan Izin Kerja Apoteker, SK Menkes RI No. 922/SK/Menkes/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek, dan SK Menkes No. 1189A/Menkes/SK/X/1999 tentang Wewenang Penetapan Izin di bidang Kesehatan.

Perbedaan

Dari uraian di atas, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa perbedaan antara toko obat berizin dengan apotek yaitu :

  1. Toko obat berizin hanya sebatas diizinkan untuk menjual obat-obatan bebas dan alat kesehatan ringan. Sedangkan apotek diperbolehkan untuk menjual semua jenis obat.
  2. penanggung jawab apotek adalah apoteker. Sementara itu, penanggung jawab toko obat berizin ialah asisten apoteker.
  3. Masa berlaku SK izin toko obat yaitu dua tahun. Berbeda dengan masa berlaku SIA (Surat Izin Apotek) yang mencapai lima tahun dengan melakukan registrasi berkala setiap satu tahun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Peluang Ekspor Ikan Tropis Indonesia ke Italia yang Terus Meningkat

  Italia merupakan salah satu negara di Eropa yang memiliki konsumsi ikan tinggi. Hidangan laut seperti spaghetti alle vongole , grilled tuna steak , hingga risotto ai frutti di mare menjadi bagian penting dari kuliner khas negeri tersebut. Dengan permintaan yang besar dan beragam jenis produk perikanan, peluang ekspor ikan tropis Indonesia ke Italia terbuka sangat lebar. Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati laut yang melimpah. Jenis ikan tropis seperti tuna, cakalang, mahi-mahi, kakap merah, dan kerapu memiliki nilai jual tinggi di pasar Eropa, terutama Italia. Ikan-ikan tersebut banyak digunakan oleh restoran Italia untuk hidangan segar, olahan beku, maupun produk siap saji. Selain itu, produk hasil laut Indonesia dikenal memiliki kualitas daging yang tebal, rasa gurih alami, dan warna daging yang menarik. Hal ini menjadikannya kompetitif dibandingkan produk dari negara lain seperti Filipina atau Thailand. Beberapa pelaku industri Italia bah...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...