Langsung ke konten utama

Apa Perbedaan Tulang Rawan dan Tulang Sejati?

Tulang adalah rangka atau bagian rangka tubuh manusia atau binatang. Semua makhluk hidup yang berjenis vertebrata memiliki tulang sebagai penopang tubuh. Dengan kata lain, jika makhluk hidup tidak mempunyai tulang, maka ia tidak dapat berdiri dengan tegak. Proses pembentukan tulang sudah dimulai sejak bayi masih berada di dalam kandungan.

Berdasarkan karakteristiknya, tulang dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu tulang rawan serta tulang sejati. Pada dasarnya, tulang rawan bersifat elastis karena mengandung banyak kolagen. Berbeda dengan tulang sejati yang memiliki sifat kuat dan keras sebab telah mengalami proses pematangan tulang.

perbedaan-tulang-sejati-rawan.jpg

Biar Anda lebih paham tentang bedanya tulang rawan dengan tulang sejati, silakan cermati uraian berikut ini :

Tulang Rawan

Tulang rawan adalah tulang yang mempunyai serabut tebal serta matriks yang bersifat elastis. Tulang ini juga mengandung zat kolagen yang cukup tinggi sehingga membuat strukturnya lentur tetapi kuat. Karena usianya masih tergolong cukup muda, tidak ada saraf dan pembuluh darah di dalam tulang rawan ini.

Berikut ini tiga karakteristik utama yang dimiliki oleh tulang rawan, antara lain :

  1. Bersifat lunak, lentur, dan tidak mudah patah.
  2. Tersusun atas sel-sel chondrocyte.
  3. Kaya akan kolagen, tetapi sedikit mengandung kalsium.

Tulang Sejati

Tulang sejati adalah tulang yang sudah mengalami proses pematangan tulang (osifikasi) sehingga menjadikan struktur yang dimilikinya bersifat lebih keras. Di dalam matriks tulang sejati terkandung zat kolagen yang sedikit. Sebaliknya, tulang ini justru banyak mengandung zat-zat anorganik yang lain seperti kalsium, fosfor, mangan, kalium, bikarbonat, sirat, natrium, dan sebagainya.

Tulang keras mempunyai sejumlah karakteristik khusus yaitu :

  1. Bersifat keras, kaku, dan mudah patah.
  2. Disusun oleh sel-sel osteocyte.
  3. Banyak mengandung kalsium dan sedikit mengandung kolagen.

Tahukah Anda, seiring dengan bertambahnya usia tulang rawan, tulang tersebut akan berubah menjadi tulang sejati melalui proses osifikasi. Adapun pengertian dari proses osifikasi adalah suatu proses penulangan yang terjadi pada tulang rawan sehingga berubah karakteristiknya menjadi tulang sejati. Proses ini bisa terjadi pada tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.

Perbedaan

Berdasarkan uraian singkat di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perbedaan-perbedaan antara tulang rawan dan tulang sejati di antaranya :

  1. Tulang rawan bersifat lunak, tetapi tulang sejati bersifat keras.
  2. Berbeda dengan tulang rawan yang lentur, tulang sejati justru sangat kaku.
  3. Tulang rawan tidak mudah patah karena sifatnya elastis. Sedangkan tulang sejati lebih gampang mengalami patah.
  4. Tulang rawan tersusun atas sel chondrocyte dan tulang sejati disusun oleh sel osteocyte.
  5. Tulang rawan jauh lebih banyak mengandung zat kolagen daripada tulang sejati.
  6. Kandungan kalsium di dalam tulang sejati jauh lebih banyak dibandingkan tulang rawan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Peluang Ekspor Ikan Tropis Indonesia ke Italia yang Terus Meningkat

  Italia merupakan salah satu negara di Eropa yang memiliki konsumsi ikan tinggi. Hidangan laut seperti spaghetti alle vongole , grilled tuna steak , hingga risotto ai frutti di mare menjadi bagian penting dari kuliner khas negeri tersebut. Dengan permintaan yang besar dan beragam jenis produk perikanan, peluang ekspor ikan tropis Indonesia ke Italia terbuka sangat lebar. Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati laut yang melimpah. Jenis ikan tropis seperti tuna, cakalang, mahi-mahi, kakap merah, dan kerapu memiliki nilai jual tinggi di pasar Eropa, terutama Italia. Ikan-ikan tersebut banyak digunakan oleh restoran Italia untuk hidangan segar, olahan beku, maupun produk siap saji. Selain itu, produk hasil laut Indonesia dikenal memiliki kualitas daging yang tebal, rasa gurih alami, dan warna daging yang menarik. Hal ini menjadikannya kompetitif dibandingkan produk dari negara lain seperti Filipina atau Thailand. Beberapa pelaku industri Italia bah...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...