Langsung ke konten utama

Ini Dia Perbedaan Vitamin dan Suplemen

Sampai saat ini, masih banyak orang yang belum mengetahui perbedaan antara vitamin dan suplemen. Mereka sering menganggap bahwa keduanya sama saja. Bahkan tidak sedikit pula orang yang menyebut vitamin sebagai suplemen, begitu pula sebaliknya. Tentu saja, hal tersebut tidak boleh dibiarkan karena jika salah dalam mengonsumsi vitamin atau suplemen, maka manfaat yang didapatkannya tidak bisa maksimal.

Perlu diperhatikan bahwa vitamin dan suplemen itu berbeda. Vitamin adalah senyawa organik kompleks yang terkandung di dalam makanan. Bagi manusia, vitamin berguna untuk mengatur proses metabolisme di dalam tubuh. Selain dari makanan, vitamin juga bisa diperoleh dari obat dan suplemen.

Sementara itu, suplemen merupakan produk buatan manusia yang berfungsi sebagai pelengkap makanan. Suplemen umumnya memiliki kandungan satu atau lebih zat-zat bermanfaat seperti vitamin, mineral, zat yang berasal dari tumbuhan, serta asam amino. Pada dasarnya, zat-zat yang terkandung di dalam suplemen bertujuan untuk meningkatkan prosentase AKG (Angka Kecukupan Gizi) bagi pemakainya.

perbedaan-vitamin-dan-suplemen.jpg

Jadi bisa disimpulkan bahwa vitamin merupakan zat tunggal yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mendukung pertumbuhan. Berbeda dengan suplemen yang merupakan produk buatan manusia untuk mencukupi kebutuhan gizi pemakainya. Kebanyakan suplemen banyak mengandung vitamin. Namun tidak sedikit pula suplemen yang menjadi sumber dari mineral, asam amino, fitokimia, dan lain-lain.

Vitamin ialah salah satu zat tunggal organik yang diperlukan oleh tubuh manusia setiap hari. Seseorang yang mengonsumsi vitamin dalam kadar yang tidak cukup akan mengalami kekurangan gizi. Dampaknya orang tersebut cepat atau lambat bakal menderita penyakit tertentu. Misalnya seseorang yang kekurangan vitamin A menyebabkan pandangan matanya mengalami gangguan yang serius.

Berbeda halnya dengan suplemen. Peran suplemen hanya sebatas sebagai bahan pelengkap makanan. Suplemen dibutuhkan untuk mencukupi AKG yang dibutuhkan oleh seseorang pada suatu waktu. Oleh sebab itu, pemberian suplemen lebih ditujukan kepada orang-orang yang mempunyai tingkat risiko yang tinggi seperi para manula, ibu hamil, ibu menyusui, vegetarian, orang yang sedang diet, atlet, binaragawan, dan sebagainya.

Perbedaan

Dari uraian singkat di atas, kita bisa mengetahui kalau perbedaan antara vitamin dan suplemen antara lain :

  1. Vitamin adalah zat alami dan suplemen merupakan produk buatan.
  2. Vitamin banyak terkandung di dalam makanan, obat, dan suplemen. Sedangkan suplemen merupakan sumber dari vitamin, mineral, asam amino, dan lain-lain.
  3. Vitamin sangat dibutuhkan oleh seluruh manusia setiap hari. Berbeda dengan suplemen yang diperlukan orang-orang tertentu pada suatu waktu.
  4. Vitamin berperan penting dalam mendukung pertumbuhan manusia. Sementara itu, suplemen berguna untuk mencukupi kebutuhan gizi yang diperlukan oleh seseorang.
  5. Kekurangan vitamin dapat menyebabkan timbulnya penyakit yang serius. Namun orang yang tidak mengonsumsi suplemen tidak memiliki akibat apapun asalkan kebutuhan gizinya tercukupi dengan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...