Langsung ke konten utama

Perbedaan Dasar antara Kaca dan Cermin

Apakah perbedaan antara kaca dan cermin? Kami yakin Anda pasti mempunyai kaca sekaligus cermin di rumah. Kaca biasanya dipasang pada jendela dengan membingkainya menggunakan kayu atau dibuat menjadi peralatan makan seperti gelas dan cangkir. Sedangkan cermin selalu ada di lemari rias. Kedua benda ini memang mempunyai beberapa persamaan karena bahan baku pembuatannya pun hampir sama. Tapi yang harus Anda pahami adalah kaca tidak sama dengan cermin.

Kaca pada dasarnya terbuat dari silika yang dicampur batu pasir atau fluks. Supaya lebih kuat, campuran bahan pembuat kaca tadi ditambah dengan bahan stabilisator tertentu. Kepingan kaca yang disalut dengan lapisan tipis aluminium di salah satu sisinya disebut cermin. Hal ini membuat karakteristik utama pada kaca dan cermin pun berbeda. Kaca bersifat meneruskan cahaya, tetapi cermin justru akan memantulkan cahaya.

KACA

perbedaan-kaca-dan-cermin.jpg

Bahan-bahan dasar pembentuk kaca terdiri dari silika (SiO2) dan fluks soda (Na2O). Kemudian untuk bahan yang berfungsi sebagai stabilisator yaitu tanah liat kapur (CaO), magnesia (MaO), dan alumina (Al2O2). Kaca bersifat transparan karena atom-atom di dalamnya tidak membentuk suatu jalinan yang beraturan. Selain itu, kaca juga mempunyai koefisien muat yang rendah sehingga tembus radiasi infrared dan ultraviolet.

Contoh-contoh pemanfaatan kaca dalam kehidupan sehari-hari antara lain :

  • Peralatan optik
  • Kacamata
  • Kaca las

CERMIN

perbedaan-cermin-dan-kaca.jpg

Pada mulanya, cermin terbuat dari logam yang mengkilap seperti perak atau tembaga. Namun seiring dengan berjalannya waktu, proses pembuatan cermin pun mengalami perubahan. Cermin saat ini kebanyakan terbuat dari kepingan kaca yang diberi lapisan tipis aluminium di salah satu sisinya. Lalu bagian belakangnya dicat warna hitam untuk melindunginya dari pengikisan. Hal ini membuat cermin tersebut mampu membalikkan hingga 80 persen cahaya yang mengenainya. Cermin yang demikian disebut sepuh belakang (back silvered).

Ada pula cermin sepuh depan (front silvered). Cermin ini masih sama menggunakan kaca sebagai bahan bakunya. Bedanya, lapisan pemantul seperti aluminium atau perak diletakkan di permukaan bagian depan kaca tersebut. Hal ini membuat daya pantul terhadap cahaya yang dimiliki oleh cermin sepuh depan lebih tinggi sampai 90-95 persen. Namun kekurangannya, cermin ini lebih cepat berkarat.

PERBEDAAN

Terdapat dua perbedaan utama antara kaca dan cermin, yaitu :

  1. Bahan Pembuat

Kaca terbuat dari silika, fluks soda, dan bahan stabilisator. Sedangkan cermin dibuat dari kaca yang dilapisi lapisan aluminium atau perak. Jadi bisa dikatakan kalau kaca merupakan bahan baku pembuatan cermin.

  1. Karakteristik Dasar

Kaca memiliki sifat dasar yaitu dapat meneruskan sinar dan cahaya. Hal ini dikarenakan kaca tersusun atas atom-atom yang terikat secara tidak beraturan sehingga memungkinkan cahaya dapat menembusnya. Berbeda dengan cermin yang justru akan memantulkan cahaya dikarenakan adanya logam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...