Langsung ke konten utama

Perbedaan Puasa Wajib dan Puasa Sunah

Tahukah Anda, apa bedanya antara puasa wajib dengan puasa sunah? Kata puasa mengandung arti menahan diri. Artinya puasa adalah menahan diri dari semua kegiatan yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai dengan tenggelamnya matahari. Seseorang yang akan menunaikan ibadah puasa harus berniat terlebih dahulu. Sebab niat merupakan salah satu bagian dari rukun puasa.

Berdasarkan hukumnya, ada dua macam puasa yaitu puasa wajib dan puasa sunah. Puasa wajib harus dilaksanakan oleh semua umat islam. Seseorang yang berpuasa wajib akan mendapatkan pahala, sedangkan mereka yang meninggalkannya akan berdosa. Adapun contoh dari puasa wajib antara lain puasa ramadhan, puasa qodho, puasa kafarat, dan puasa nadzar

Sementara itu, puasa sunah pada dasarnya merupakan puasa yang tidak harus dilakukan. Seseorang yang berpuasa sunah maka pahalanya akan semakin banyak. Sedangkan bila meninggalkan puasa sunah, maka ia sama sekali tidak berdosa. Di antara contoh puasa sunah yaitu puasa senin kamis, puasa syawal, puasa arafah, puasa tarwiyah, puasa daud, dan lain-lain.

perbedaan-puasa-wajib-sunah.jpg

PERBEDAAN

Pada hakikatnya, puasa sunah tidak berbeda dengan puasa wajib. Baik rukun maupun syarat-syaratnya pun sama persis. Begitu pula dengan hal-hal yang dapat menjadikan batalnya kedua puasa tersebut juga sama. Satu hal yang membuat puasa wajib dan puasa sunah berbeda adalah hukumnya. Puasa wajib harus dikerjakan. Sedangkan puasa sunah tidak harus. Puasa sunah boleh dilakukan saat Anda merasa yakin mampu menunaikannya. Usahakan sering-seringlah berpuasa sunah karena dapat mendukung kesuksesan Anda di dunia dan akhirat.

Yang termasuk rukun puasa antara lain :

  1. Niat di waktu malam hari
  2. Menahan diri dari semua hal yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga matahari terbenam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...