Langsung ke konten utama

Ini Dia 8 Perbedaan antara KFC dan CFC

Apa bedanya KFC dengan CFC? Ayam goreng merupakan satu dari sekian menu makanan yang disukai oleh banyak orang. Hampir setiap orang mengaku suka sekali memakan ayam goreng. Mungkin hanya seorang vegetarian saja yang bisa menolaknya. Ayam goreng begitu disukai karena rasanya gurih dengan tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam. Karena kelezatannya itulah, ayam goreng sudah dirasa lebih dari cukup untuk menemani nasi.

Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk memasak ayam goreng. Anda tinggal merendam potongan-potongan daging ayam ke dalam cairan bumbu agar rasanya meresap ke daging selama beberapa saat. Setelah itu, masukkan daging ayam tersebut ke adonan tepung kering, lalu celupkan sejenak ke adonan tepung basah. Kemudian masukkan sekali lagi daging ayam ke adonan tepung kering biar lapisan tepungnya semakin tebal. Kalau mau tekstur luar yang lebih garing, Anda bisa menggunakan tepung roti sebagai adonan terakhirnya.

perbedaan-kfc-dan-cfc.jpg

Sayangnya tidak semua orang mempunyai waktu yang cukup untuk sekadar menggoreng daging ayam. Misalnya kalau kita hanya ingin memakan sepotong ayam goreng, sepertinya kurang imbang kalau harus menggorengnya sendiri. Oleh sebab itulah, bisnis ayam goreng pun laris manis di seluruh pasar. Ada ayam goreng kaki lima dengan harga yang murah meriah. Ada pula ayam goreng yang dijual oleh restoran ternama seperti KFC dan CFC yang menawarkan rasa yang menggugah selera karena kelezatan dan ciri khas bumbunya.

KFC (Kentucky Fried Chicken)

KFC (Kentucky Fried Chicken) adalah sebuah restoran ternama yang berasal dari Amerika Serikat. Pendiri dari restoran ini yaitu Kolonel Horland Sanders. Sama seperti yang dialami oleh para pembisnis pemula lainnya, Horland pada mulanya mengalami penolakan dan kegagalan yang banyak sekali hingga akhirnya dia berhasil mengembangkan sendiri restoran miliknya. Terhitung mulai tahun 1952, KFC sukses menjadi pionir restoran waralaba terkemuka di dunia.

Restoran waralaba milik KFC juga sudah banyak tersebar di Indonesia. Bahkan hampir di setiap ibukota provinsi bisa dipastikan ada restoran yang satu ini. Hal ini pula yang membuat brand KFC begitu terkenal. Fokus utama KFC ialah menjual menu ayam goreng, meskipun ada pula pilihan menu lain yang ditawarkannya. Di antaranya seperti es krim, cream soup, minuman float, dan lain-lain. Untuk menarik minat para pelanggan, KFC juga memiliki beragam paket makanan yang harganya lebih hemat.

CFC (California Fried Chicken)

CFC merupakan akronim dari California Fried Chicken. Kendati menggunakan embel-embel kata California yang notabene adalah salah satu negara bagian di Amerika Serikat, tetapi faktanya asal CFC bukanlah dari Negeri Paman Sam. CFC seratus persen merupakan restoran asli Indonesia. Saat ini, pengelola CFC ialah PT Piooner Court Tbk. Awalnya restoran ini bernama CPC (California Piooneer Chicken). Perubahan nama menjadi CFC (California Fried Chicken) baru dilakukan pada tahun 1988.

Sama seperti KFC, menu utama yang tersedia di CFC semuanya berbahan dasar dari ayam goreng. Kendati ada pula variasi pilihan makanan dan paket hemat, tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak. Tentu saja rasa ayam goreng yang dijual CFC sangat enak meskipun ukurannya sedikit lebih kecil daripada produk milik KFC. Begitu pula dengan harganya yang agak lebih mahal. Salah satu alasannya ialah karena KFC gencar sekali memberikan promo, diskon, dan potongan harga kepada konsumennya.

Perbedaan

Setidaknya terdapat dua persama antara KFC dengan CFC yakni keduanya sama-sama merupakan restoran waralaba yang menjadikan ayam goreng sebagai menu utamanya. Sedangkan untuk perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh KFC dan CFC dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Menurut asal usulnya KFC berasal dari Amerika Serikat dan CFC merupakan restoran asli Indonesia.
  2. Waktu pendirian KFC lebih dulu ada dibandingkan dengan CFC yang belakangan muncul.
  3. Brand KFC jauh lebih terkenal daripada CFC. Bahkan hampir seluruh orang di dunia tahu apa itu KFC.
  4. Jumlah gerai yang dimiliki oleh KFC jauh lebih banyak ketimbang CFC. Gerai KFC hampir selalu ada tiap-tiap negara.
  5. KFC menawarkan menu ayam goreng dengan ukuran yang lebih besar. Namun selisihnya tidak terlalu jauh dengan CFC yang sedikit lebih kecil.
  6. Berdasarkan pendapat dari banyak orang, rasa ayam goreng buatan KFC lebih enak daripada CFC. Tapi ini kembali lagi ke selera pribadi.
  7. Soal harga, KFC mempunyai banyak pilihan paket hemat yang membuat harga menu makanannya lebih murah dibandingkan CFC.
  8. Sebagai jagonya ayam, faktanya KFC tidak hanya menjual menu dari bahan ayam saja. Varian menu selain ayam di KFC lebih banyak ketimbang CFC.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...