Langsung ke konten utama

5 Perbedaan Celana Chino dan Celana Khaki

Apakah perbedaan celana chino dan celana khaki? Ada begitu banyak ragam dari celana yang sudah tersedia di pasaran saat ini. Biasanya jenis-jenis celana tersebut dibedakan menurut bahan kain pembuatnya. Sudah tidak terbantahkan lagi kalau celana jeans yang terbuat dari bahan denim merupakan celana yang paling populer. Namun akhir-akhir ini terdapat dua jenis celana yang tengah naik daun karena begitu digandrungi oleh anak-anak muda. Apalagi kalau bukan celana chino serta celana khaki.

Tahukah Anda, celana chino dan celana khaki merupakan dua jenis celana yang sangat berbeda. Perbedaan antara kedua jenis celana tersebut terutama dari jenis kain yang digunakan sebagai bahan pembuatnya. Celana chino selalu dibuat menggunakan kain twill. Sedangkan celana khaki bisa dibuat memakai bahan apapun asalkan warnanya khaki atau cokelat debu. Kebanyakan celana khaki terbuat dari kain denim atau kain katun yang cukup berat.

perbedaan-celana-chino-khaki.jpg

Celana Chino

Jika dirunut dari sejarahnya, celana chino berasal dari Tiongkok. Pada zaman dahulu, sebagian besar kain twill yang diproduksi oleh Tiongkok berwarna cokelat sehingga orang-orang pun terbiasa menyebut kain twill berwarna cokelat dan turunannya dengan nama kain chino. Kain ini memiliki keunikan tersendiri yakni pada bobotnya yang terasa lebih ringan daripada kain katun campuran pada umumnya. Pada perkembangan selanjutnya, kain tersebut banyak dipakai untuk membuat celana dengan model slim dan fit sehingga disebut celana chino. Untuk menghindari kebosanan, celana chino lantas dibuat dengan variasi warna-warni yang mencolok.

Celana Khaki

Semua celana yang berwarna khaki atau cokelat debu sebenarnya layak dilabeli sebagai celana khaki. Tetapi pada perkembangan selanjutnya celana khaki hanya ditujukan kepada celana yang terbuat dari kain denim atau kain katun campuran yang bobotnya berat serta berwarna khaki. Celana khaki ada yang dibuat dengan model fit, ada pula yang longgar. Salah satu ciri khas dari celana ini selain warna khaki ialah jahitannya yang biasanya sengaja dibuat tampak mencolok. Kini celana khaki tersedia dalam beragam warna-warni yang gelap seperti biru navy, cokelat, abu-abu, dan hitam.

Perbedaan

Anda bisa membeli celana chino dan celana khaki yang berkualitas bagus di www.sebaju.com dengan pilihan model dan warna yang sangat banyak. Adapun perbedaan-perbedaan antara kedua jenis celana tersebut adalah sebagai berikut!

  1. Celana chino selalu terbuat dari bahan kain twill yang bobotnya cukup ringan. Sedangkan celana khaki bisa dibuat menggunakan berbagai macam kain asalkan warnanya khaki (cokelat debu). Kebanyakan celana khaki terbuat dari kain denim dan kain katun.
  2. Model potongan dari celana chino selalu dibuat dengan konsep slim dan fit. Hal ini mampu membuatnya terlihat lebih formal. Berbeda dengan celana khaki yang bisa dibuat dengan model potongan slim fit atau longgar tergantung selera pribadi.
  3. Faktor lain yang membedakan antara celana chino dengan celana khaki ialah bobotnya. Jika Anda pegang kedua celana tersebut secara bersama-sama, Anda bisa merasakan kalau celana khaki terasa lebih berat dibandingkan celana chino.
  4. Selain dipakai untuk acara casual, celana chino pun dapat dikenakan untuk menghadiri acara yang bersifat semi formal. Sebaliknya Anda hanya boleh menggunakan celana khaki untuk keperluan berbusana di acara-acara yang casual. Jahitan yang mencolok di celana khaki membuatnya kurang bagus bila dipakai untuk acara semi formal hingga formal.
  5. Pada umumnya, celana chino tersedia dalam beragam pilihan warna-warni yang mencolok. Jadi menurut kami celana ini hanya bisa dikenakan oleh anak-anak muda. Bakal terlihat aneh kalau ada orang dewasa yang memakainya. Sementara untuk celana khaki tersedia dalam ragam pilihan warna gelap yang dapat membuat penggunanya tampak lebih dewasa dan berwibawa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...