Langsung ke konten utama

Ini Perbedaan antara Astronot dan Kosmonot

Semua orang mempunyai cita-cita di masa kecil. Selain menjadi dokter dan pilot, beberapa orang juga ingin menjadi seorang astronot. Terbayang kan bagaimana serunya kita melangkah lebih jauh dari Planet Bumi untuk pergi ke planet lain yang sama sekali belum pernah dijamah oleh manusia? Itu sebabnya, walau anak-anak kecil biasanya belum mengetahui tugas utama seorang astronot, tetapi mereka sudah tahu kalau astronot itu akan pergi ke luar angkasa.
Istilah astronot sebenarnya ditujukan khusus untuk para angkasawan yang dilatih dan diberi sertifikasi oleh Amerika Serikat. Dalam hal ini yang berwenang adalah NASA, JAXA, dan ESA. Tentu saja Rusia sebagai pesaing utama Amerika Serikat tidak mau kalah. Para angkasawan yang dilatih dan disertifikasi oleh Badan Antariksa Negara Rusia disebut kosmonot. Selain perbedaan yang mendasar ini, masih banyak perbedaan-perbedaan yang lainnya.
perbedaan-astronot-dan-kosmonot.jpg
Namun sebelumnya mari kita ketahui fakta-fakta menarik tentang astronot dan kosmonot terlebih dahulu!
  • Tahukah Anda, orang pertama yang berhasil pergi ke luar angkasa adalah Yuri Gagarin dari Rusia. Dia mengorbit Bumi selama 108 menit pada 12 April 1961.
  • Dua tahun kemudian, wanita pertama yang pergi ke luar angkasa yaitu Valentina Tereshkova dari Rusia. Dari mulai 19 Juni 1963, dia mengorbit bumi selama 3 hari.
  • Sedangkan astronot asal Amerika Serikat yang pertama sekaligus menjadi pria kedua di dunia yang berhasil ke luar angkasa ialah Alan Shepard.
  • Sementara itu, wanita pertama asal Amerika Serikat sekaligus menjadi wanita kedua di dunia yang ke luar angkasa bernama Sally Ride
  • Nah untuk wanita keturunan Amerika-Afrika pertama yang pergi ke luar angkasa ialah Mae Jemison. Bahkan dia pergi ke luar angkasa sebanyak dua kali pada 1983 dan 1992.
  • Orang paling muda yang pernah ke luar angkasa adalah Gherman Titov. Dia berhasil ke luar angkasa pada umur 25 tahun mengendarai Vostok II.
  • Sedangkan untuk orang tertua yang pernah pergi ke luar angkasa yakni John Glenn. Dia berkesempatan ke luar angkasa saat usianya telah mencapai 77 tahun.
Yuk, kita ketahui lebih lanjut tentang astronot dan kosmonot!
Apa itu Astronot?
Astronot adalah orang yang dilatih dan diberikan sertifikatnya oleh NASA, JAXA, atau ESA untuk bekerja di luar angkasa. Kebanyakan astronot berasal dari Amerika Serikat, meskipun tidak menutup kemungkinan orang-orang dari negara lain pun bisa menjadi seorang astronot asalkan memenuhi syarat dan ketentuan.
Kualifikasi yang harus dipenuhi oleh seorang astronot yaitu :
  1. Memiliki usia maksimal 40 tahun
  2. Mendapatkan bachelor of science
  3. Lulus dari sekolah militer Amerika Serikat
  4. Memiliki tinggi badan maksimal 5 inch 11 feet
  5. Mempunyai jam terbang minimal 1500 jam
Apa itu Kosmonot?
Kosmonot adalah orang yang dilatih dan diberikan sertifikatnya oleh Badan Antariksa Rusia untuk bekerja di luar angkasa. Kebanyakan kosmonot merupakan perwira militer yang dipilih dari Angkatan Udara Militer Negara Rusia.
Berikut ini kualifikasi dari seorang kosmonot yang harus dipenuhi :
  1. Berumur tidak lebih dari 30 tahun
  2. Lulus dari angkatan udara militer Rusia
  3. Tinggi badan maksimal ialah 5 inch 7 feet

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...