Langsung ke konten utama

Ini Dia Perbedaan Kura-kura AST dan CST

Akhir-akhir ini tengah booming tren hobi memelihara kura-kura di Indonesia. Binatang yang bertempurung ini memang mempunyai penampilan yang sangat unik. Hal ini tidak terlepas dari tempurung yang ada di punggungnya. Kura-kura selalu membawa rumahnya ke mana pun dia pergi. Ketika sedang merasa terancam bahaya, kura-kura akan menyembunyikan tubuhnya dengan sigap ke dalam tempurung. Gaya berjalannya pun menarik sekali.
Keunikan lain yang dimiliki oleh kura-kura yaitu motif pada tempurungnya yang berbeda-beda. Setiap jenis kura-kura mempunyai rupa tempurung yang berbeda dari jenis kura-kura yang lainnya. Contohnya kura-kura tipe snapping memiliki tempurung yang berbeda dari kura-kura sulcata, unifilis, RES, forsteni, pardalis, ocadia, monbi, cherry head, atau stinkpot. Khusus untuk kura-kura jenis snapping, ada dua spesies yang paling banyak dipelihara yaitu CST dan AST.
perbedaan-ast-dan-cst.jpg
CST (Common Snapping Turtle)
Kura-kura CST (Chelydr serpentina) adalah kura-kura air tawar yang mempunyai tempurung berwarna cokelat dan teksturnya kasar. Kura-kura ini mampu tumbuh besar hingga berukuran sekitar 20-40 cm. CST berasal dari Amerika. Di habitat aslinya, kura-kura ini biasa hidup di sungai yang kondisinya tenang. Makanan utamanya ialah ikan-ikan kecil. Tetapi kura-kura ini tidak menolak bila diberikan buah dan sayur.
AST (Alligator Snapping Turtle)
Kura-kura AST (Macrochelys temminckii) masih berkerabat dekat dengan kura-kura CST. Dinamakan Alligator Snapping Turtle sebab kura-kura ini mempunyai penampilan yang sekilas menyerupai alligator. AST juga berasal dari Amerika. Kura-kura ini mampu bertahan hidup sampai 200 tahun di habitat alaminya. Kura-kura AST menghabiskan sebagian besar waktunya di daratan sebab dia tidak memiliki kemampuan berenang yang handal.
PERBEDAAN
Antara kura-kura AST dengan kura-kura CST kelihatannya memang mirip, tetapi kedua kura-kura tersebut memiliki perbedaan antara lain :
  1. Dari penampilannya kura-kura AST sudah tampak berbeda dengan kura-kura CST. Kura-kura AST tampak lebih menyeramkan dengan tempurung yang tidak rata serta rupa menyerupai alligator.
  2. Tidak semua kura-kura bisa berenang. Termasuk salah satunya adalah kura-kura AST yang tidak bisa berenang. Kura-kura ini akan tenggelam bila dimasukkan ke kolam. Sedangkan kura-kura CST pintar dalam berenang.
  3. Perangai kedua kura-kura ini juga berbeda loh. Kura-kura AST merupakan salah satu jenis kura-kura yang paling galak. Dia tidak segan menggigit apa-apa yang ada di dekatnya. Berbeda dengan perangai kura-kura CST yang lebih tenang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Peluang Ekspor Ikan Tropis Indonesia ke Italia yang Terus Meningkat

  Italia merupakan salah satu negara di Eropa yang memiliki konsumsi ikan tinggi. Hidangan laut seperti spaghetti alle vongole , grilled tuna steak , hingga risotto ai frutti di mare menjadi bagian penting dari kuliner khas negeri tersebut. Dengan permintaan yang besar dan beragam jenis produk perikanan, peluang ekspor ikan tropis Indonesia ke Italia terbuka sangat lebar. Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati laut yang melimpah. Jenis ikan tropis seperti tuna, cakalang, mahi-mahi, kakap merah, dan kerapu memiliki nilai jual tinggi di pasar Eropa, terutama Italia. Ikan-ikan tersebut banyak digunakan oleh restoran Italia untuk hidangan segar, olahan beku, maupun produk siap saji. Selain itu, produk hasil laut Indonesia dikenal memiliki kualitas daging yang tebal, rasa gurih alami, dan warna daging yang menarik. Hal ini menjadikannya kompetitif dibandingkan produk dari negara lain seperti Filipina atau Thailand. Beberapa pelaku industri Italia bah...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...