Langsung ke konten utama

Perbedaan Waktu Puasa dari Tercepat hingga Terlama

Perbedaan waktu puasa di berbagai negara terjadi lantaran Planet Bumi berbentuk bulat tetapi pepat di porosnya. Hal ini mengakibatkan lamanya waktu matahari bersinar di berbagai negara berbeda-beda. Di negara yang satu boleh jadi matahari bersinar dalam durasi waktu yang lebih singkat. Tetapi tidak menutup kemungkinan di negara lainnya durasi sinar matahari tersebut bisa jauh lebih lama. Akibatnya durasi waktu puasanya pun menjadi lama.
Kita patut bersyukur tinggal di Indonesia karena durasi waktu puasanya tidak terlalu lama, namun juga tidak cepat. Rata-rata waktu puasa di Indonesia mencapai 13 jam lebih beberapa menit. Tentu saja suasana puasa saat musim penghujan terasa lebih ringan dibandingkan kala musim kemarau. Tapi sayangnya waktu puasa tahun 2018 di Indonesia kali ini jatuh di musim kemarau sehingga kita harus merasakan sensasi panas saat berpuasa.
perbedaan-waktu-puasa.jpg
Faktanya ada beberapa negara yang memiliki durasi waktu puasa sangat cepat loh.
  • Chili (9 Jam)
Chili terletak di Kawasan Amerika Selatan. Negara ini mempunyai pemandangan alam yang luar biasa indah, seni budaya yang sangat menarik, dan berbagai pertunjukan atraktif. Durasi waktu puasanya sendiri cuma sekitar 9 jam/hari. Waktu imsak di sini biasanya jatuh pada pukul 05.31 dan Anda sudah bisa berbuka puasa pada pukul 15.00. Wah, saking cepatnya rasanya seperti belajar puasa lagi ya.
  • Argentina (10 Jam)
Argentina juga berada di Kawasan Amerika Selatan yang letaknya tidak terlalu jauh dengan Chili. Sehingga pantas kalau durasi waktu puasa di sini juga cepat. Penduduk muslim di Argentina akan puasa selama 10 jam/hari di tahun ini. Meskipun waktu puasanya cepat, tetapi kurang nyaman berpuasa di Argentina sebab jumlah penganut agama islam sangat sedikit hanya sekitar 400 jiwa.
  • Australia (11 Jam)
Tidak perlu pergi jauh-jauh untuk merasakan sensasi waktu puasa yang lebih cepat dari biasanya. Pasalnya negara tetangga kita yaitu Australia juga mempunyai waktu puasa yang lebih singkat dibandingkan Indonesia. Umat muslim di Australia hanya butuh waktu 11 jam/hari untuk berpuasa. Ya beda tipislah dengan waktu puasa di negara kita. Penyebabnya karena di sini sedang musim dingin.
  • Afrika Selatan (12 Jam)
Afrika Selatan terletak di ujung paling selatan dari Benua Afrika. Siapa sangka kalau negara ini ternyata juga memiliki durasi waktu puasa yang cukup singkat. Anda akan menunaikan ibadah puasa selama 12 jam/hari kalau tinggal di negara ini. Menariknya umat muslim di sini akan menyajikan bubur khas selama Bulan Ramadhan. Tetapi suhu udara rata-rata di Afrika Selatan sangat panas mencapai 30 derajat celsius.
Sementara itu, negara-negara yang mempunyai waktu puasa terlama yaitu :
  • Jerman (18 Jam)
Pernahkah Anda membayangkan berpuasa selama 18 jam/hari? Kalau Anda ingin merasakan sensasinya, cobalah pergi ke Jerman pada Bulan Ramadhan. Di sini kita akan berpuasa mulai pukul 4 pagi sampai jam 10 malam. Pada saat yang sama, kondisi cuaca juga sangat panas karena Jerman sedang berada di musim panas. Bisa jadi setelah pulang dari Jerman, Anda bisa lebih bersyukur tinggal di Indonesia.
  • Swedia (20 Jam)
Umat muslim yang tinggal di Swedia harus berpuasa setidaknya 20 jam/hari atau lebih lama 7 jam dibandingkan di Indonesia. Wow, terbayang nggak tuh bagaimana rasanya? Dalam kurun waktu 20 jam kita harus mampu menahan diri untuk tidak makan dan tak minum. Kita juga hanya punya waktu kurang dari 4 jam untuk berbuka puasa kemudian menikmati hidangan sahur dan berpuasa lagi.
  • Alaska (20 Jam)
Negara selanjutnya yang mempunyai durasi waktu berpuasa yang lama ialah Alaska. Di sini kita harus berpuasa selama 20 jam lebih beberapa menit pada musim panas. Beda kalau di musim dingin, durasi waktu puasanya justru sangat cepat sekitar 5 jam/hari. Musim panas membuat cahaya matahari bersinar lebih lama. Bahkan saat malam tiba, sinar matahari masih dapat terlihat layaknya di siang hari.
  • Islandia (22 Jam)
Mau tahu negara yang waktu puasanya super lama? Inilah dia Islandia. Anda yang ada di Islandia dituntut untuk menunaikan ibadah puasa selama 22 jam dalam sehari. Coba deh Anda bayangkan sejenak bagaimana rasanya berpuasa selama itu? Tidak ada salahnya juga Anda mencoba langsung sensasi berpuasa di Islandia. Sepatutnya kita bersyukur karena durasi waktu puasa di Indonesia tidak selama itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...