Langsung ke konten utama

4 Perbedaan Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan

Jika kita berbicara tentang tenaga kerja, asuransi mempunyai peranan yang sangat penting dalam memastikan para pekerja tersebut benar-benar aman dalam melaksanakan kegiatan pekerjaannya. Asuransi tenaga kerja berguna untuk melindungi para pekerja, memastikan keamanan, dan mencegah terjadinya hal-hal buruk. Untungnya hukum di Indonesia mengatur bahwa setiap pekerja harus mendapatkan fasilitas dari perusahaan berupa asuransi.
Asuransi ketenagakerjaan di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak lama. Mulanya yaitu YDJS (Yayasan Dana Jaminan Sosial) yang dibentuk sesuai dengan PMP No. 8/1952 serta PMP No. 48/1952 tentang Pengaturan Bantuan untuk Usaha Penyelenggaraan Kesehatan Buruh. Lalu YDJS digantikan oleh ASTEK (Asuransi Sosial Tenaga Kerja) sesuai dengan PP No. 3 tahun 1977 tentang Pelaksanaan Program Asuransi Sosial Tenaga Kerja. Kemudian pada tahun 1992, lahir undang-undang baru yang mengatur jaminan sosial tenaga kerja.
Perkembangan selanjutnya, ASTEK berubah menjadi Jamsostek melalui PP No. 36 tahun 1995. Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) ialah lembaga yang diselenggarakan oleh pemerintah untuk melindungi pekerja supaya kebutuhan minimal mereka dan keluarga bisa terpenuhi. Setelah itu, PT Jamsostek berubah nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2014. Lantas apa bedanya antara Jamsostek dengan BPJS Ketenagakerjaan?
jamsostek-dan-bpjs-ketenagakerjaan.jpg
PERSAMAAN
Paling tidak ada 3 (tiga) persamaan mendasar antara Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan yaitu :
  1. Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan sama-sama merupakan lembaga penyelenggara jaminan sosial yang dibangun oleh pemerintah Republik Indonesia.
  2. Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan sama-sama program jaminan sosial yang dibiayai sebagian oleh peserta dan sebagian lagi oleh pemberi kerja.
  3. Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan sama-sama memiliki program yang memberikan fungsi dan manfaat yang sama. Contohnya yakni JHT (Jaminan Hari Tua), JKM (Jaminan Kematian), dan JKK (Jaminan Keselamatan Kerja).
PERBEDAAN
Sementara itu, perbedaan antara Jamsostek dengan BPJS Ketenagakerjaan antara lain :
  1. Jamsostek memiliki program pelayanan kesehatan masyarakat. Program JPK (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan) ini dapat digunakan oleh peserta dan keluarganya untuk mendapatkan fasilitas kesehatan. Berbeda dengan BPJS Ketenagakerjaan yang tidak mencakup jaminan atas kesehatan pekerja. Sebab jaminan kesehatan ini merupakan bagian dari BPJS Kesehatan.
  2. Santunan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan lebih banyak daripada Jamsostek. Misalnya biaya pengangkutan jenazah dari Rp 750 ribu-2 juta dinaikkan menjadi Rp 1-2,5 juta. Biaya penggantian gigi karena kecelakaan saat bekerja dinaikkan dari Rp 2 juta menjadi Rp 3 juta. Biaya pengobatan dari Rp 20 juta menjadi tidak terbatas. Begitu pula dari program JHT dan JKM.
  3. Peserta yang wajib mengikuti Jamsostek adalah pekerja formal. Hal ini berbeda dengan BPJS Ketenagakerjaan, di mana semua pekerja wajib mengikuti program BPJS ini. Baik pekerja formal maupun informal wajib mengikuti BPJS Ketenagakerjaan. Jika Anda sebagai pekerja informal belum mengikuti BPJS Ketenagakerjaan bisa melapor ke Dinas Ketenagakerjaan atau kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.
  4. BPJS Ketenagakerjaan mempunyai beberapa program baru yang sebelumnya tidak ada di Jamsostek. Di antaranya yaitu JP (Jaminan Pensiun), Jasa Konstruksi, dan BPU (Bukan Penerima Upah).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...