Langsung ke konten utama

5 Beda Cutting Sticker dan Printing Sticker

Anda mungkin pernah mendengar tentang mesin cutting sticker serta mesin printing sticker? Keduanya sama-sama dipakai untuk membuat sticker tetapi jenisnya berbeda. Sticker sendiri biasanya digunakan untuk menunjukkan eksistensi suatu label, komunitas, grup, dan lain-lain. Beberapa sticker juga dapat difungsikan untuk menghiasi suatu benda akan tampak semakin menarik. Anda mungkin salah satu penggemar sticker?
Ada dua jenis sticker menurut teknik pembuatannya yaitu cutting sticker dan printing sticker. Cutting sticker pada dasarnya dibuatnya menggunakan teknik memotong. Jadi bahan sticker dipotong sedemikian rupa sesuai desain yang telah ditentukan memakai mesin cutting khusus serta komputer sebagai media pembuatan desain. Sedangkan printing sticker dibuat dengan proses layaknya mencetak dokumen di kertas biasa.
cutting-sticker-printing-sticker.jpg
Berikut ini perbedaan-perbedaan antara cutting sticker dan printing sticker, antara lain :
  1. Desain
Desain yang akan dibuat menjadi cutting sticker wajib berupa gambar vector (garis). Selanjutnya mesin cutting akan memotong kertas sticker sesuai desain tersebut. Lain halnya dengan desain pada sticker printing. Semua format desain bisa dibuat menjadi sticker ini. Tetapi usahakan resolusi gambar pada desain tersebut tinggi supaya hasil cetakannya nanti gambar sticker tampak tajam.
  1. Harga
Rata-rata harga cutting sticker lebih mahal daripada printing sticker. Apalagi jika dalam proses pembuatannya masih menggunakan teknik manual, harga cutting sticker bisa lebih tinggi lagi. Hal ini biasanya dilakukan pada saat mengelupas bagian sticker yang tidak dibutuhkan. Proses tersebut membutuhkan kejelian dan ketelatenan. Sementara itu, harga printing sticker lebih murah karena tidak dibutuhkan proses lanjutan setelah sticker berhasil dicetak oleh mesin.
  1. Warna
Pembuatan cutting sticker terbatas pada warna-warni yang solid dan bukan gradasi. Namun Anda bisa menyiasati keterbatasan ini dengan teknik puzzle menggunakan software Corel Draw. Perlu proses merapikan warna terlebih dahulu sebelum sticker dicetak. Berbeda dengan printing sticker yang memiliki cakupan warna yang sangat luas. Tidak ada masalah dalam urusan warna. Semua warna dan gradasi bisa digunakan pada printing sticker.
  1. Ketahanan
Soal daya tahannya, cutting sticker jauh lebih unggul daripada printing sticker. Daya tahan cutting sticker di lingkungan outdoor rata-rata mencapai lebih dari 5 tahun. Ini dikarenakan cutting sticker tidak menggunakan tinta sebagai bahan pewarnanya. Tapi sticker ini sudah diberikan pigmen warna permanen sejak dari produksinya di pabrik. Sedangkan warna printing sticker biasanya sudah memudar setelah 1 tahun.
  1. Bentuk
Bentuk cutting sticker juga berbeda dari printing cutter sebab ada proses pemotongan. Cutting sticker termasuk jenis sticker dalam kategori counter cut. Artinya bentuk dari sticker ini menyesuaikan bentuk desain sticker itu sendiri. Hal ini membuat tampilan cutting sticker lebih fleksibel serta bisa diaplikasikan di berbagai media. Sementara itu, printing sticker mempunyai hasil akhir berupa lembaran berbentuk kotak, baik persegi maupun persegi panjang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...