Langsung ke konten utama

Ini Loh Perbedaan KRL dan Kereta Api Biasa

Alat transportasi di Indonesia sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Jika dulu kala kita hanya bisa menaiki kereta api biasa, sekarang kita sudah bisa menggunakan KRL (Kereta Rel Listrik). KRL merupakan kereta model baru yang dikembangkan dari kereta api lama. Kereta ini diklaim mampu bekerja dengan sistem yang lebih efektif dan efisien. Tentu saja ada banyak sekali perbedaan yang dimiliki oleh KRL jika dibandingkan dengan kereta api biasa. Lantas, apa sajakah perbedaan-perbedaan tersebut?
Berikut ini merupakan perbedaan-perbedaan antara KRL dan kereta api biasa!
  1. Rangkaian Kereta
Rangkaian kereta api biasa memiliki perbedaan dengan KRL. Seperti kita tahu, kereta biasa menggunakan rel dari besi yang terletak di bagian bawahnya. Kereta api akan bergerak cepat di atas rel tersebut. Berbeda jauh dengan KRL. KRL memang masih memakai rel. Tapi rel ini juga dilengkapi dengan rel listrik di bagian atas KRL. Rel listrik ini berguna sebagai media penyuplai energi listrik ke mesin. Rel ini dihubungkan oleh pantograph.
perbedaan-krl-dan-kereta-biasa.jpg
  1. Sumber Energi
Tahukah Anda, lokomotif pada kereta api biasa menggunakan mesin diesel pada saat dia bekerja. Mesin ini tentu memakai bahan bakar solar. Mesin diesel akan mengubah energi kimia pada solar menjadi energi gerak. Beberapa lokomotif juga sudah memakai mesin diesel elektrik yang akan mengubah energi kimia menjadi energi listrik terlebih dahulu. Sedangkan KRL memanfaatkan energi listrik yang disuplai langsung dari rel. Rel kabel tersebut sanggup menyuplai tegangan listrik hingga sebesar 1.500 volt.
  1. Suara Mesin
Karena menggunakan mesin diesel, maklum sekali kalau kereta api biasa mempunyai suara yang sangat berisik. Bahkan suara bising yang dihasilkan oleh kereta api biasa bisa didengar hingga sejauh 1 km. Untungnya di dalam gerbong penumpang sudah ada alat peredam suara sehingga Anda akan merasa nyaman saat berada di dalamnya. Hal ini berbeda dengan KRL yang memiliki suara tidak terlalu bising.
  1. Kondisi Interior
Kereta api jarak jauh memiliki interior yang telah didesain sedemikian rupa sehingga para penumpang akan merasa nyaman selama di dalam perjalanan. Tempat duduk di kereta biasa semuanya menghadap ke depan. Walau perjalanan bisa memakan waktu hingga berjam-jam, namun penumpang di sini tetap dapat beristirahat dengan tenang. Sementara itu, KRL ditujukan untuk perjalanan jarak dekat. Maka penataan kursinya pun diatur agar lebih praktis. Semua kursi di KRL menghadap ke samping. Sedangkan di tengah-tengahnya merupakan tempat bagi para penumpang yang berdiri.
  1. Kapasitas Penumpang
Kereta api biasa mempunyai kapasitas penumpang yang jauh lebih banyak daripada KRL. Selisihnya sendiri bahkan bisa mencapai dua kali lipatnya. Selain dikarenakan oleh pola penataan kursi penumpang yang berbeda, ukuran gerbong yang lebih besar juga memungkinkan gerbong pada kereta api biasa mempunyai kapasitas penumpang yang lebih banyak. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kereta pada KRL. Kecuali pada waktu sibuk dan banyak penumpang yang berdiri, maka jumlah penumpang KRL akan lebih banyak.
  1. Pihak Pengelola
PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) adalah perusahaan yang mengelola sistem perkeretaapian di Indonesia. Ini merupakan satu-satunya perusahaan resmi yang dimiliki oleh negara. Sementara itu, KRL dikelola oleh PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (PT KCJ). Sebenarnya PT KCJ merupakan anak perusahaan dari PT KAI.
  1. Rute Pelayanan
Kereta api hadir lebih dulu daripada KRL di Indonesia. Selisih waktunya bahkan mencapai puluhan tahun. Maka tak heran kalau kereta api melayani rute perjalanan yang lebih luas. Anda bisa bepergian dari Kota Serang menuju ke Kota Surabaya memakai kereta api. Pastinya waktu perjalanan menjadi lebih cepat dan bebas macet. Sedangkan KRL saat ini hanya melayani rute perjalanan di Jakarta dan kota-kota besar di sekitarnya mencakup Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...